Politik

Pameran Mata Hati Soekarno Dibuka oleh Megawati

Sabtu, 06 Juni 2026, 18:46 WIB 16 views 2 menit baca
Presiden Kelima Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri membuka pameran seni rupa bertajuk 'Mata Hati Soekarno' di Le Gareca Space, Bantul, Yogyakarta, Sabtu (6/6/2026). (Foto: Tim Media PDIP).
Presiden Kelima Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri membuka pameran seni rupa bertajuk 'Mata Hati Soekarno' di Le Gareca Space, Bantul, Yogyakarta, Sabtu (6/6/2026). (Foto: Tim Media PDIP).
Bagikan:

Pameran seni rupa Mata Hati Soekarno telah dibuka oleh Megawati Soekarnoputri, Presiden Kelima Republik Indonesia dan Ketua Umum PDI Perjuangan, di Le Gareca Space, Bantul, Yogyakarta. Pameran ini digelar untuk memperingati 125 tahun kelahiran Proklamator RI Soekarno dan menghadirkan karya dari 47 perupa lintas generasi.

Megawati duduk di samping Permaisuri Karaton Yogyakarta, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, dan di antara mereka, di bagian belakang duduk seniman senior asal Yogyakarta sekaligus penanggung jawab acara, Butet Kartaredjasa. Sejumlah tokoh nasional dan daerah turut menghadiri pembukaan pameran tersebut, termasuk Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, dan Mahfud MD.

Butet Kartaredjasa menyampaikan bahwa pameran ini merupakan kesadaran para seniman untuk menghormati Soekarno, Presiden pertama Indonesia, Proklamator, ideolog, dan penggali Pancasila. "Jadi kalau ada ungkapan dari Bung Karno itu 'jangan hanya mewarisi abunya, maka kami ingin mewarisi apinya'. Api Soekarno itulah yang menanamkan kesadaran ideologis kami sebagai warga bangsa yang selalu kami usung ke depan," kata Butet.

Kurator pameran, Suwarno Wisetrotomo, menjelaskan bahwa panitia menantang perupa untuk menggali, menemukan, memilih sudut pandang, cara pandang, dan cara ungkap dalam melihat, memahami, meresepsi sosok paling ikonik dalam sejarah Indonesia, yaitu Bung Karno. Melalui lukisan, karya grafis, dan gambar, mereka berupaya membaca kembali perjalanan hidup, gagasan, serta jejak kebangsaan yang diwariskan Bung Karno kepada bangsa Indonesia.

Pameran ini tidak sekadar menghadirkan karya seni, tetapi juga membuka ruang dialog publik mengenai relevansi pemikiran dan nilai-nilai yang diwariskan oleh Presiden Pertama Republik Indonesia tersebut. Pameran ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan peringatan 125 tahun kelahiran Bung Karno yang digelar di Yogyakarta.

D

Penulis

Darma Yudhistira

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait