Baru-baru ini, sebuah studi menemukan bahwa paparan mikroplastik dapat memperparah kondisi liver dan meningkatkan risiko penyakit liver. Mikroplastik adalah fragmen plastik yang berukuran antara 1 nanometer hingga 5 milimeter dan telah ditemukan di berbagai organ tubuh, termasuk liver.
Studi yang dipimpin oleh tim ilmuwan dari Centre of Environmental Hepatology di University of Plymouth menemukan bahwa paparan mikroplastik dapat menyebabkan stres oksidatif, peradangan, dan fibrogenesis pada hewan. Efek ini sangat mirip dengan karakteristik penyakit liver tingkat lanjut pada manusia.
Shilpa Chokshi, penulis utama penelitian ini, menyatakan bahwa sudah ada bukti kuat bahwa plastik dapat menumpuk dan menyebabkan kerusakan pada hati hewan, sehingga menimbulkan pertanyaan penting: mengapa manusia harus berbeda? Chokshi menambahkan bahwa kasus penyakit liver pun meningkat secara global dan bahwa faktor risiko utama seperti obesitas dan konsumsi alkohol berperan besar, tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa mikroplastik dapat memperparah kondisi ini.
Desiree LaBeaud, dokter penyakit menular di Stanford Medicine, menyatakan bahwa plastik tidak pernah hilang, ia hanya terurai menjadi partikel yang makin halus. Partikel-partikel ini telah ditemukan di berbagai organ tubuh, termasuk otak, jantung, ginjal, testis, lambung, kelenjar getah bening, hingga plasenta. LaBeaud menyarankan bahwa mengurangi paparan mikroplastik dapat menurunkan risiko kesehatan.
Dengan akumulasi mikroplastik di berbagai organ tubuh, risiko penyakit liver dan kondisi kesehatan lainnya menjadi makin nyata. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami bahaya ini dan mengambil langkah-langkah pencegahan, seperti mengurangi penggunaan plastik dan meningkatkan kesadaran akan bahaya mikroplastik.