Universitas Multimedia Nusantara (UMN) telah meluncurkan buku "Kisah Para Perintis: P.K. Ojong dan Jakob Oetama" pada Rabu, 12 Agustus 2026. Buku ini merupakan karya berbasis Intellectual Property (IP) yang dikembangkan dari Tugas Akhir kuliah Imanuel Bintang Gutama, mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) angkatan 2021.
Ketua Yayasan Multimedia Nusantara, Teddy Surianto, mengatakan bahwa buku ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran dan menginspirasi generasi muda tentang semangat perjuangan serta integritas kedua tokoh di industri kreatif, media, dan pendidikan. "Buku cerita ini ingin menyampaikan bahwa setiap warisan yang besar dimulai dari keberanian untuk bermimpi," kata Teddy.
Almarhum Jakob Oetama dan P.K. Ojong memiliki mimpi besar dan hal-hal sederhana yang melandasi mimpi itu. Mereka dipertemukan dengan mimpi dan tujuan yang sama, yaitu ingin mencerdaskan dan mencerahkan kehidupan bangsa. Untuk mencapai tujuan tersebut, mereka mewariskan nilai-nilai dalam nilai 5C (Caring, Credible, Competent, Competitive, dan Customer Delight).
Putra almarhum Jakob Oetama, Lilik Oetama, membagikan salah satu cerita di dalam buku yaitu kenangannya di masa remaja ketika meminta sang ayah untuk dibelikan ikat pinggang merek Charels Jourdan. "Saya ingat harganya Rp 70.000 saat itu. Tapi sama bapak 'Ngapain kamu beli itu, jadi enggak usahlah'. Ya akhirnya enggak dibellin. Dari situ pelajaran yang bisa kita share bahwa kelebihan dari Pak Ojong dan Pak Jakob adalah pertama, kejujuran. Kemudian kerja keras, integritas. Dan yang paling penting adalah be grateful, selalu merasa bersyukur, jadi tidak pernah merasa kekurangan, tidak pernah merasa kok yang lain hebat kita enggak," ungkap Lilik.
Putri bungsu almarhum P.K. Ojong, Mariani Ojong, berbagi kisah di mana ia hanya bisa memiliki waktu kebersamaan sampai masa kelas 2 SMA. Menurut Mariani, ayahnya mengajarkan kepada anak-anaknya untuk bisa mengambil keputusan sendiri, seperti memilih jurusan kuliah dan universitas sendiri. "Kami sering didongengkan papi itu mengenai kebesarannya orang-orang besar di luar. Contohnya Mahatma Gandhi, itu diceritakan setiap hari. Jadi rasanya tertanam saja di pemikiran kami," ucap Mariani.
Ilustrator buku, Bintang, mengaku bagian paling sulit dalam pengerjaan buku ini ialah memilah informasi yang ringan untuk anak-anak dari keseluruhan cerita hidup kedua tokoh. "Karena banyak sekali contoh nilai-nilai kedisiplinan, nilai-nilai positif dari kedua tokoh ini," kata Bintang.