Pemerintah Mongolia telah membuka lowongan kerja untuk warga DKI Jakarta, terutama lulusan bidang perhotelan. Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnakertransgi DKI Jakarta, Taufik, mengatakan bahwa lowongan kerja ini dibuka untuk 8.000 orang.
Menurut Taufik, salah satu bidang yang menjadi peluang bagi tenaga kerja Indonesia di Mongolia adalah sektor perhotelan dengan rentang gaji sekitar 500 hingga 900 dolar Amerika Serikat (AS). Namun, calon pekerja tetap perlu memenuhi persyaratan dan kompetensi yang dibutuhkan sebelum dapat ditempatkan.
Taufik juga menegaskan bahwa kesempatan ini menjadi salah satu opsi bagi masyarakat Jakarta untuk bekerja di luar negeri di tengah kondisi pasar kerja yang masih menghadapi tantangan. Meski demikian, Taufik menegaskan peluang kerja tersebut belum memasuki tahap perekrutan karena masih menunggu surat izin perekrutan dari Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI).
Untuk meningkatkan kapasitas calon pekerja migran Indonesia (CPMI), pihaknya juga menggandeng KP2MI untuk peningkatan keterampilan teknis sesuai kebutuhan pekerjaan serta kemampuan berbahasa. Pembekalan tersebut penting karena calon pekerja tidak hanya dituntut memiliki kemampuan sesuai bidang pekerjaan, tetapi juga harus mampu berkomunikasi di lingkungan kerja negara tujuan.
Taufik berharap kesempatan kerja di luar negeri ini dapat membantu mengatasi pengangguran terbuka di DKI Jakarta yang masih di atas rata-rata tingkat nasional. Dengan demikian, diharapkan dapat membuka peluang bagi masyarakat Jakarta untuk memiliki pekerjaan yang layak dan meningkatkan kesejahteraan mereka.