Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengirimkan bantuan untuk warga Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terkena dampak gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang terjadi pada 15 Agustus 2026. Bantuan yang terkumpul dari aparatur sipil negara (ASN), perangkat daerah, badan usaha milik daerah (BUMD), serta Baznas Bazis DKI Jakarta mencapai total sekitar Rp 5,8 miliar.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan bahwa bantuan tersebut tidak sepenuhnya akan disalurkan dalam bentuk uang. Sebagian dari bantuan akan berupa barang, termasuk makanan, kasur, peralatan medis, selimut, toren air, dan bantuan non-pangan lainnya yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana di NTT. "Rp 5,8 miliar kalau dikirimkan dalam bentuk bukan uang, in natura seperti tadi barang, jumlahnya ataupun volumenya cukup besar," ungkap Pramono.
Proses pengiriman bantuan akan dilakukan melalui jalur udara dan laut, dengan menggunakan pesawat terbang dan kapal laut yang dikoordinasikan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta. Pemprov DKI Jakarta juga masih membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berkontribusi dalam memberikan bantuan bagi korban gempa di NTT, dengan penggalangan bantuan yang dibuka hingga 25 Agustus 2026. "Kami membuka diri untuk bisa menampung siapa pun yang akan memberikan bantuan untuk ini," tambahnya.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta mengajak masyarakat untuk mendoakan agar warga NTT yang terdampak bencana diberikan kekuatan dan ketangguhan dalam menghadapi situasi sulit ini. "Yang paling penting adalah tentunya kita semua mendoakan agar saudara-saudara kita yang ada di NTT diberikan kekuatan, diberikan ketangguhan, dan apabila yang terkena penyakit dan sebagainya segera sembuh dan sehat kembali," tutup Pramono.