Memasuki minggu kedua Agustus, pendaftaran sekolah kedinasan 2026 belum dibuka, meskipun Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh telah memberi sinyal bahwa pendaftaran akan dibuka dalam waktu dekat.
Sebagai persiapan, perlu diketahui bahwa beberapa sekolah kedinasan tidak memiliki tes fisik yang panjang. Tahapan seleksi sekolah kedinasan biasanya dimulai dari Seleksi Administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), dan tes fisik. Namun, tidak semua sekolah kedinasan memiliki tahapan tes fisik yang panjang.
Contoh sekolah kedinasan yang memiliki tes fisik lebih sedikit adalah Politeknik Statistika (STIS) dan Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG). Politeknik Statistika memiliki tahapan seleksi yang meliputi Pengumuman Penerimaan, Pendaftaran dan Seleksi Administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar, dan Seleksi Lanjutan yang mencakup Matematika, Psikotes dan Wawancara, serta Kesehatan dan Kebugaran.
Sementara itu, Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG) memiliki tahapan seleksi yang meliputi Seleksi Administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) untuk mata pelajaran Fisika, Matematika, dan Bahasa Inggris, serta Tes Kesehatan, Tes Kebugaran, dan Wawancara.
Cara mendaftar sekolah kedinasan adalah melalui portal BKN. Calon pendaftar harus membuat akun, memilih sekolah kedinasan, mengisi biodata, nilai sekolah, dan mengunggah dokumen pendukung. Setelah itu, calon pendaftar harus memeriksa ulang data dan mengakhiri pendaftaran.