Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat sekitar 700 anak tidak sekolah (ATS) siap mengikuti Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) tahun 2026. Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen Tatang Muttaqin mengatakan, pihaknya tetap berupaya untuk menambah jumlah ATS yang ikut PJJ.
Menurut Tatang, 700 siswa PJJ akan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 3 Agustus 2026. Pada MPLS, kata Tatang juga akan mengundang banyak tokoh untuk ikut mengisi MPLS PJJ 2026. "Terkait MPLS ini nanti dilaksanakan secara dari, jadi ini mengundang, nanti Pak Wamen mengundang teman-teman untuk hadir di Gedung Kemendikdasmen, nanti kita akan melihat bagaimana yang terjadi di berbagai institusi," ujar Tatang.
Sebelumnya diberitakan, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengatakan, selama lima atau enam tahun terakhir angka anak tidak sekolah (ATS) pasang surut menurun signifikan. Menurut Fajar, berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2020, jumlah ATS tidak jauh berbeda dengan data tahun 2026.
Atas dasar itu, pemerintah kata Fajar, mengadakan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) untuk menjangkau ATS. Melalui PJJ jenjang SMA ini, Fajar berharap bisa menjangkau anak-anak tidak sekolah dan menekan jumlahnya hingga ke angka nol pada tahun 2045 mendatang. "Tentu di tahun 2045 kita berharap angka ATS ini menurun drastis Kalau bisa, nol (jumlah ATS)," jelas Fajar.