Universitas Terbuka Jakarta telah menjadi contoh nyata dalam menyediakan pendidikan tinggi yang inklusif dan fleksibel. Dengan melayani sekitar 100 ribu mahasiswa, universitas ini membuktikan bahwa pendidikan tinggi tidak lagi terbatas pada usia, lokasi, atau biaya. Menurut Direktur UT Jakarta, Moh. Muzammil, universitas ini hadir untuk memperluas akses pendidikan tinggi seluas-luasnya bagi masyarakat Indonesia.
Sebanyak 75 persen mahasiswa UT Jakarta merupakan pekerja aktif, mulai dari profesional swasta, aparatur sipil negara (ASN), anggota TNI/Polri, hingga pelaku usaha. Ini menunjukkan bahwa masyarakat membutuhkan skema pendidikan tinggi yang fleksibel dan dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat. Dengan demikian, universitas ini membantu meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi di Indonesia.
UT Jakarta juga memiliki status sebagai perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN-BH), yang menjamin tata kelola mutu akademik tanpa harus membebankan biaya-biaya tambahan kepada mahasiswa. Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya, dan Umum Universitas Terbuka, Adrian Sutawijaya, menekankan pentingnya membangun kapabilitas mahasiswa agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman melalui tiga fondasi utama: akses, kualitas, dan relevansi.
Universitas Terbuka Jakarta juga memiliki dukungan dari Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UT Jakarta, yang menyediakan skema beasiswa untuk memastikan keberlanjutan studi para mahasiswa. Dengan demikian, universitas ini membantu meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia dan membantu masyarakat Indonesia memperoleh pendidikan tinggi yang berkualitas.