Peneliti asal China, Hongmei Wang, sedang menyelidiki gagasan yang cukup menarik dalam dunia reproduksi. Penelitian ini akan mempelajari soal menstruasi yang dibuat dengan jarak lebih panjang, misalnya sekali dalam tiga bulan. Wang ingin mempelajari, apakah jarak menstruasi seperti di atas bisa membantu memperpanjang masa subur perempuan atau tidak.
Penelitian ini berangkat dari pertanyaan besar: jika frekuensi menstruasi yang dikurangi, apakah fungsi reproduksi perempuan bisa bertahan lebih lama? Wang sendiri merupakan profesor di Institute of Zoology, Chinese Academy of Sciences. Bidang risetnya memang dekat dengan isu ini, mulai dari biologi reproduksi, perkembangan awal manusia, hingga penuaan ovarium.
Dalam dunia medis, menstruasi memang bisa dibuat lebih jarang melalui metode menstrual suppression atau penekanan menstruasi. Namun, belum ada bukti klinis kuat yang menyatakan bahwa haid tiga bulan sekali otomatis dapat memperpanjang masa subur perempuan. Cadangan ovarium memang menurun seiring usia, tetapi prosesnya tidak sesederhana haid bulanan membuat sel telur cepat habis.
Penelitian Wang menarik untuk diikuti karena membuka ruang baru untuk memahami penuaan ovarium dan masa reproduksi perempuan. Namun untuk saat ini, gagasan haid tiga bulan sekali sebagai cara memperpanjang masa subur masih perlu dibuktikan lewat penelitian klinis yang lebih kuat pada manusia.