Jepang tengah mengembangkan teknologi yang dapat membantu manusia menumbuhkan gigi baru secara alami. Penelitian ini dilakukan untuk membantu pasien dengan kondisi congenital tooth agenesis, yaitu kondisi bawaan lahir ketika seseorang tidak memiliki sebagian gigi permanen.
Penelitian ini menggunakan antibodi anti-USAG-1 atau TRG035 untuk merangsang tubuh untuk menumbuhkan gigi baru secara alami. Pengembangan obat ini telah melewati tahap uji pada hewan dan kini sedang memasuki fase uji klinis pada manusia.
Peneliti menggunakan teknologi MRI dan CT scan untuk memantau terbentuknya tooth germ atau bakal calon gigi baru selama proses uji klinis berlangsung. Terapi ini dirancang untuk 'membangunkan' bibit gigi yang sebelumnya tidak berkembang agar dapat tumbuh menjadi gigi baru.
Penelitian ini terutama ditujukan bagi pasien dengan congenital tooth agenesis, yang dapat memengaruhi kemampuan mengunyah, berbicara, hingga rasa percaya diri karena seseorang lahir tanpa beberapa gigi permanen. Jika berhasil, terapi ini berpotensi menjadi salah satu terobosan besar di dunia kedokteran gigi karena memungkinkan manusia menumbuhkan gigi baru tanpa prosedur implan.