Otoritas Anti-Fraud Uni Eropa telah menemukan peredaran kondom palsu asal China di beberapa negara Eropa, termasuk Rumania, Serbia, dan Spanyol. Kondom palsu ini dijual dengan menggunakan nama dan logo merek terkenal, tetapi tidak memenuhi standar kesehatan yang ketat di Eropa.
Kondom palsu ini dapat membahayakan kesehatan seksual masyarakat karena tidak melalui pengujian kualitas yang diwajibkan untuk produk kesehatan di Eropa. "Kondom palsu berbahaya. Kondom palsu tersebut belum diuji, tidak terkontrol, dan tidak aman," ujar Kepala Otoritas Anti-Fraud Uni Eropa Petr Klement.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet menemukan bahwa penggunaan kondom yang salah atau kondom yang tidak sesuai dengan standar kesehatan dapat meningkatkan risiko infeksi gonore pada pria. Selain itu, kondom palsu juga dapat meningkatkan risiko penularan penyakit menular seksual lainnya, seperti HIV/AIDS, klamidia, trikomoniasis, dan hepatitis B.
Uni Eropa bekerja sama dengan pihak berwenang China untuk mengidentifikasi eksportir di balik peredaran kondom palsu ini. Sementara itu, masyarakat dihimbau untuk berhati-hati saat membeli kondom dan memastikan bahwa produk yang dibeli memenuhi standar kesehatan yang ketat.