Nasional

Pengambilalihan Utang Kereta Cepat Whoosh oleh Kemenkeu

Kamis, 06 Agustus 2026, 22:43 WIB 66 views 1 menit baca
Advertisement
Advertisement
Bagikan:

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan bahwa utang Kereta Cepat Whoosh akan diambil alih oleh Kementerian Keuangan melalui Special Mission Vehicle (SMV) atau badan usaha milik negara (BUMN) khusus di bawah Kemenkeu. Dengan skema ini, diharapkan tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara langsung, meskipun infrastrukturnya telah dikelola oleh pemerintah.

Purbaya menjelaskan bahwa dana yang digunakan untuk membayar utang akan diambil dari keuntungan yang diperoleh oleh SMV, bukan dari APBN. "Jadi walaupun dikelola oleh pemerintah, tidak akan membebani APBN. SMV kan juga punya untung, sebagian kita biarkan ke situ (pelunasan utang Whoosh)," kata Purbaya.

Pengambilalihan Kereta Cepat Whoosh dilakukan atas kepemilikan 60 persen saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) sebagai bagian dari konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) selaku operator Whoosh. Proses pengalihan saham dari PSBI ke SMV ditargetkan selesai pada pertengahan September mendatang.

PSBI merupakan konsorsium atau gabungan dari perusahaan pelat merah yang dahulu menggarap proyek kereta cepat. Beban utang yang membengkak itu pada akhirnya mempengaruhi kinerja keuangan para BUMN anggota konsorsium. Dengan pengambilalihan utang oleh Kemenkeu, diharapkan dapat membantu memulihkan kinerja keuangan BUMN tersebut.

J

Penulis

Jarot Kusna

Penulis di Jagad Info

Sumber: inews.id inews.id

Berita Terkait