Nasional

--- Penggerak Desa Astra Raih Penghargaan Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden ---

Jumat, 21 Agustus 2026, 22:31 WIB 56 views 2 menit baca
Kembangkan Wisata Unggulan, Penggerak Desa Astra Raih Penghargaan dari Presiden
Kembangkan Wisata Unggulan, Penggerak Desa Astra Raih Penghargaan dari Presiden
Bagikan:
---TITLEEXCERPT--- Dua penggerak Desa Sejahtera Astra mendapatkan Tanda Kehormatan Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI atas kontribusi mereka dalam mengembangkan potensi desa menjadi destinasi wisata. ---CONTENT---

JAKARTA - Dua penggerak Desa Sejahtera Astra, Zainul Arifin dari Desa Ketapanrame dan Nur Ahmadi dari Desa Wukirsari, baru-baru ini menerima Tanda Kehormatan Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden Republik Indonesia. Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas usaha mereka dalam mengembangkan potensi desa menjadi destinasi wisata yang berbasis masyarakat.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan RI pada 17 Agustus. Satyalencana Kepariwisataan merupakan penghargaan yang diberikan kepada individu yang berkontribusi signifikan dalam bidang pariwisata. Kontribusi Zainul dan Nur dinilai mampu mendorong pengembangan desa serta menciptakan sumber ekonomi baru bagi masyarakat.

Boy Kelana Soebroto, Chief of Corporate Affairs Astra, menyatakan bahwa kedua penggerak tersebut telah mendapatkan pendampingan dari Astra sejak tahun 2023. “Astra mengapresiasi penghargaan yang diterima oleh kedua penggerak Desa Sejahtera Astra yang telah mendapatkan pendampingan dari Astra sejak tahun 2023 dan berkontribusi memberikan manfaat bagi masyarakat serta memperkuat pengembangan pariwisata berbasis komunitas,” ungkap Boy. Ia juga berharap penghargaan ini dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk terus berinovasi dan berkembang.

Zainul Arifin berhasil mengembangkan tanah kas Desa Ketapanrame di Kecamatan Trawas, Mojokerto, Jawa Timur, menjadi destinasi wisata Taman Ghanjaran dan Sumber Gempong. Proyek ini melibatkan berbagai pihak dan memanfaatkan investasi masyarakat yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa), yang pada gilirannya meningkatkan ekonomi warga dan Pendapatan Asli Desa (PADes).

Di sisi lain, Nur Ahmadi mengembangkan wisata di Desa Wukirsari, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan dan budaya setempat. Salah satu potensi yang dikembangkan adalah Batik Tulis Giriloyo, yang tidak hanya membuka peluang ekonomi bagi warga tetapi juga memperkenalkan Desa Wukirsari ke tingkat internasional. Desa Wukirsari bahkan meraih penghargaan The Best Tourism Village 2024 dari United Nations Tourism.

Kiprah Zainul dan Nur merupakan bagian dari program Desa Sejahtera Astra yang bertujuan mendorong masyarakat untuk mengolah potensi lokal secara berkelanjutan. Program ini telah menjangkau 1.533 desa di 35 provinsi, dengan kontribusi sosial Astra yang telah menyentuh lebih dari 16 juta orang, termasuk 6,9 juta tenaga kerja beserta keluarga dan 3 juta penerima manfaat dari program Desa Sejahtera Astra.

D

Penulis

Darma Yudhistira

Penulis di Jagad Info

Sumber: jpnn.com jpnn.com

Berita Terkait