Anggota DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menegaskan bahwa kasus kekerasan terhadap anak, termasuk pencabulan, merupakan ancaman serius di Indonesia. Ia menyampaikan hal ini di Tanjungbalai, Sumatera Utara, pada Minggu (26/7/2026), menyoroti tingginya angka kejadian pencabulan yang terjadi di berbagai daerah.
Doli mengungkapkan bahwa kekerasan terhadap anak harus menjadi perhatian bersama karena dampaknya yang merugikan tumbuh kembang anak. "Pencabulan terhadap anak adalah musuh bersama yang harus dilawan untuk menyelamatkan korban dari kerusakan fisik dan psikis," ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa kasus yang melibatkan pasangan suami istri tersebut harus menjadi perhatian pemerintah.
Dalam kunjungannya ke anak korban, Doli menekankan pentingnya koordinasi dengan pemangku kebijakan untuk memastikan proses penyidikan berjalan dengan baik. Meskipun tersangka belum mengakui perbuatannya, ia menuntut agar penyidik bekerja secara profesional dan transparan. "Kasus ini harus diungkap secara terang-benderang, termasuk peran istri tersangka," tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat Tanjungbalai agar tidak ragu untuk melapor jika mengetahui anak-anak yang menjadi korban pencabulan. "Jangan takut untuk melapor," katanya. Sementara itu, Pemerintah Kota Tanjungbalai menyatakan komitmennya untuk menangani kasus ini, termasuk memberikan sanksi kepada aparatur sipil negara yang terlibat.
Kepala Inspektur Daerah Indra menegaskan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk melakukan klarifikasi terkait permasalahan ini. "Kami akan menyesuaikan hasil dari Dinas Pendidikan untuk penanganan lebih lanjut," ujarnya.
Kasus ini menjadi perhatian masyarakat dan diharapkan dapat diselesaikan dengan tuntas, memberikan keadilan bagi korban serta memastikan langkah-langkah pemulihan yang diperlukan.