Pendidikan

Perempuan Suku Bajo Pertama yang Meraih Gelar Doktor

Sabtu, 15 Agustus 2026, 08:24 WIB 55 views 2 menit baca
Perempuan Suku Bajo Pertama yang Meraih Gelar Doktor
Sumber gambar: kompas.com
Bagikan:

Surni lahir di Mantigola, Kecamatan Kaledupa, Kabupaten Waktobi, Sulawesi Tenggara pada tahun 1977. Ia tumbuh di desa suku Bajo di atas air laut yang dipenuhi rumah panggung. Untuk pergi ke sekolah dasar, Surni harus mendayung sekitar 15 menit menuju pemukiman di darat. "Kadang juga kami pulang itu kalau tidak ada sampan kami harus berenang. Rumah saya itu di tengah-tengah laut dan saya kan sendiri (anak tunggal), jadi kalau mama saya pergi di laut, saya otomatis kadang harus berenang baru sampai ke rumah," ungkap Surni.

Surni bermimpi untuk bisa keluar dari kawasan tersebut. Perairan laut memang sudah menjadi bagian utama dalam kehidupan masyarakat suku Bajo. Di masa lampau, orang Bajo terbiasa melaut dengan tinggal di perahu berbulan-bulan lama karena berpindah dari satu daerah ke daerah lainnya demi mencari nafkah. Para orangtua pun membawa anak-anak mereka untuk ikut melaut.

Setelah tamat SD, Surni memilih meninggalkan rumahnya dan tinggal di rumah saudaranya yang menjadi guru di SMP terdekat. Ia kemudian melanjutkan pendidikannya di SMEA Negeri Baubau dan tinggal di rumah gurunya. Surni bercita-cita menjadi PNS, sedangkan orangtuanya mewanti-wantinya untuk bisa menjadi guru.

Surni kemudian kuliah di Universitas Muhammadiyah Buton dan memilih Jurusan Ekonomi. Ia bekerja di kantor Partai Golkar Kabupaten Buton demi mengumpulkan uang untuk membayar kuliah. Setelah lulus S1, Surni melepas masa lajangnya dan mencalonkan diri sebagai anggota DPR. Meskipun tidak berhasil, Surni tidak menyerah dan melanjutkan pendidikannya dengan kuliah S2 di Universitas Haluoleo.

Surni kemudian bekerja di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Wakatobi dan mengikuti tes menjadi PNS. Ia lulus pada tahun 2006 dan bekerja di Bapenda sambil mengejar cita-citanya untuk menjadi pengajar. Surni kemudian mendalami Ilmu Administrasi di Universitas 17 Agustus (Untag) Surabaya dan diwisuda pada 2025.

Kini, Surni menjabat sebagai Wakil Rektor II Bidang Nonakademik di Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Wakatobi. Ia juga mengajar mata kuliah Kewirausahaan dan bekerja di Bapenda setempat. Surni bersyukur telah mencapai kesuksesan dan berharap dapat menjadi contoh bagi masyarakat suku Bajo lainnya.

A

Penulis

Adhe Dharma

Penulis di Jagad Info

Sumber: kompas.com kompas.com

Berita Terkait