Mahasiswa baru perlu mempersiapkan diri secara mental dan sosial untuk menghadapi semester pertama kuliah. Setelah diterima di perguruan tinggi, mereka harus beradaptasi dengan lingkungan baru, membangun relasi, dan menghadapi berbagai tuntutan selama menempuh pendidikan tinggi.
Dr. Dewi Retno Suminar, Pakar Psikologi Perkembangan dan Pendidikan Universitas Airlangga (Unair), menjelaskan bahwa tantangan mental yang paling sering dialami mahasiswa baru adalah proses penyesuaian diri terhadap lingkungan yang benar-benar baru. Menurutnya, kemampuan beradaptasi menjadi fondasi penting untuk mendukung keberhasilan belajar di perguruan tinggi.
Dewi menyarankan mahasiswa baru untuk membangun keterhubungan sosial sejak hari pertama di kampus. Bergabung dalam unit kegiatan mahasiswa (UKM) menjadi salah satu langkah yang efektif karena mempertemukan mahasiswa dengan teman-teman yang memiliki minat serupa. Interaksi tersebut dapat menciptakan rasa nyaman sekaligus mempercepat proses adaptasi sehingga risiko mengalami stres dan kecemasan dapat diminimalkan.
Dewi juga mengingatkan mahasiswa agar bijak menggunakan media sosial. Menurutnya, fenomena fear of missing out (FOMO) dapat disikapi dengan menerapkan joy of missing out (JOMO). Yakni tetap merasa tenang meskipun tidak selalu mengikuti setiap informasi yang beredar. Ia menganjurkan mahasiswa untuk mengutamakan informasi dari kanal resmi universitas serta melakukan self-talk ketika mulai merasa cemas.
Untuk mendukung keberhasilan mahasiswa, Unair telah menyediakan berbagai layanan pendampingan, seperti Pusat Layanan Kesehatan (PLK) dan HELP CENTER. Informasi mengenai layanan tersebut dapat diperoleh sejak kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PPKMB).