Nasional

Pertamina dan Pemprov Jabar Bersinergi Mengolah Sampah Menjadi Hidrogen Rendah Karbon

Jumat, 31 Juli 2026, 20:10 WIB 77 views 2 menit baca
Pertamina dan Pemprov Jabar Berkolaborasi, Olah Sampah Menjadi Hidrogen Rendah Karbon
Pertamina dan Pemprov Jabar Berkolaborasi, Olah Sampah Menjadi Hidrogen Rendah Karbon
Bagikan:

PT Pertamina (Persero) mengukuhkan komitmennya dalam pengembangan energi bersih di Indonesia melalui penandatanganan Kesepakatan Bersama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Kerja sama ini bertujuan untuk mengolah sampah menjadi hidrogen rendah karbon, biomethane, dan biofuel, serta menjadi bagian dari upaya penyelesaian masalah sampah di Jawa Barat.

Kesepakatan ini ditandatangani di Bandung pada Rabu (29/7) dan mencakup berbagai bidang kerja sama, termasuk pengembangan energi baru dan terbarukan, pengelolaan lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat. Direktur Strategi, Portofolio dan Pengembangan Usaha PT Pertamina, Emma Sri Martini, menjelaskan bahwa salah satu fokus utama dari kolaborasi ini adalah pemanfaatan methane dari sampah yang ada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat. Biogas yang dihasilkan dari sampah akan dipurifikasi menjadi biomethane dan selanjutnya diproses menjadi hidrogen.

Emma menambahkan bahwa proyek ini merupakan bagian dari pengembangan ekosistem waste to energy yang terintegrasi. "Kerja sama ini mencakup pengelolaan sampah di kawasan TPA Sarimukti, di mana sampah yang diolah akan menghasilkan biogas yang kemudian dikembangkan menjadi hidrogen dan biomethane," ujarnya. Dia juga menyebutkan bahwa proyek ini melibatkan Subholding Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) dan Subholding Gas, masing-masing dengan peran dalam penyediaan bahan baku, pengolahan, pembangunan infrastruktur, serta distribusi dan komersialisasi produk energi.

Kolaborasi ini juga melibatkan mitra internasional, termasuk Hyundai dari Korea Selatan, untuk mempercepat pengembangan teknologi energi rendah karbon. Emma berharap program ini dapat menjadi contoh dalam membangun ekosistem hidrogen di Indonesia dan jika berhasil, model bisnis ini bisa diperluas ke daerah lain.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menekankan bahwa pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi ini akan memperkuat posisi Jawa Barat sebagai pusat pengembangan energi bersih di Indonesia. Dia juga mengungkapkan rencana untuk memperluas pengembangan fasilitas serupa ke kawasan lain di Jawa Barat, guna menangani masalah sampah secara lebih efektif dan meningkatkan pasokan energi bersih di provinsi tersebut.

J

Penulis

Jarot Kusna

Penulis di Jagad Info

Sumber: jpnn.com jpnn.com

Berita Terkait