Presiden Prabowo Subianto telah mengubah arah Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) dengan tidak lagi mengarahkannya ada di setiap kecamatan, melainkan hanya di setiap kabupaten atau kota. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti.
Menurut Mu'ti, Presiden Prabowo kini hanya mengarahkan SNT untuk ada di jenjang SMP dan SMA saja, dan tidak berasrama seperti Sekolah Unggul Garuda atau Sekolah Rakyat. Keberadaan SNT di satu kabupaten atau kota juga diharapkan bisa menjadi acuan sebagai sekolah unggulan di daerah tersebut.
Mu'ti menjelaskan bahwa SNT akan menjadi katalisator bagi sekolah lain di sekitar lokasi, dan total ada 17 sekolah yang beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027. Siswa di 17 SNT ini akan menumpang sementara di Unit Pelayanan Terpadu (UPT) milik Kemendikdasmen.
Selain itu, Kemendikdasmen juga akan membangun SNT baru di 20 kabupaten atau kota pada tahun 2026 dan akan menerima siswa baru pada tahun 2027. Sehingga total sekolah yang akan dibangun tahun 2026 ada 37 sekolah.
Daftar 17 SNT yang beroperasi mulai tahun ajaran 2026/2027 antara lain Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Gowa, Kabupaten Bone Bolango, Kota Tidore Kepulauan, dan lain-lain. Keberadaan SNT diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tersebut.