Kesehatan

Pria yang Jarang Bergerak Rentan Mengalami Gangguan Saluran Kemih

Jumat, 12 Juni 2026, 22:16 WIB 8 views 2 menit baca
Ilustrasi. Pria jarang bergerak, rentan terkena infeksi saluran kemih. (iStock/Diy13)
Ilustrasi. Pria jarang bergerak, rentan terkena infeksi saluran kemih. (iStock/Diy13)
Bagikan:

Gaya hidup modern yang cenderung kurang bergerak dan memiliki tingkat stres yang tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan saluran kemih pada pria. Menurut Spesialis Urologi Eka Hospital MT Haryono, Dyandra Parikesit, pola hidup seperti ini dapat membuat masalah kesehatan saluran kemih semakin sering ditemukan pada pria usia muda.

Banyak pria sering kali mengabaikan gejala gangguan saluran kemih dan baru memeriksakan diri ke dokter saat gejalanya memburuk. Padahal, deteksi dini sangat penting untuk mencegah gangguan berkembang menjadi lebih serius dan memengaruhi kualitas hidup. Pria usia 30-an yang sedang berada pada puncak produktivitas kerja termasuk kelompok yang perlu lebih waspada.

Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah varikokel, yaitu pembengkakan pembuluh darah vena di dalam kantung testis. Kondisi ini menjadi salah satu penyebab infertilitas pria yang cukup sering ditemukan pada usia produktif. Pria yang sedang merencanakan program kehamilan juga disarankan menjalani analisis sperma untuk mengetahui kualitas sperma.

Gangguan saluran kemih sering berkembang secara perlahan, sehingga banyak pria baru memeriksakan diri ketika keluhan sudah mengganggu aktivitas sehari-hari. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain aliran urine yang melemah, harus mengejan saat buang air kecil, urine menetes setelah selesai berkemih, hingga sering terbangun pada malam hari untuk buang air kecil.

Memasuki usia 45 tahun ke atas, risiko gangguan saluran kemih semakin meningkat karena produksi hormon testosteron mulai menurun dan elastisitas jaringan saluran kemih berkurang. Pada usia ini, dokter juga menyarankan pemeriksaan fungsi ginjal secara berkala melalui pengecekan kadar ureum dan kreatinin. Evaluasi disfungsi ereksi juga penting karena kondisi tersebut dapat menjadi tanda awal adanya gangguan pembuluh darah yang berkaitan dengan hipertensi, diabetes, atau penyakit jantung.

J

Penulis

Jaya Abdi

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait