PSSI menginformasikan bahwa kolam talenta sepak bola putri di Indonesia menunjukkan perkembangan yang signifikan, berkat program pembinaan berjenjang yang dijalankan oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation. Anggota Komite Eksekutif PSSI, Vivin Sungkono Cahyani, menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers terkait Srikandi Merdeka Cup 2026 yang berlangsung di Jakarta.
Vivin menjelaskan bahwa munculnya talenta-talenta baru dalam sepak bola putri dipicu oleh ajang MilkLife Soccer Challenge (MLSC) untuk kategori U10 dan U12, serta Hydroplus Soccer League (HSL) untuk kategori 15-18 tahun. Kedua kompetisi ini telah berhasil melahirkan banyak atlet unggul, yang sebagian besar kini mengisi skuad tim nasional putri Indonesia U16 untuk Srikandi Merdeka Cup, yang dijadwalkan berlangsung pada 14-23 Agustus di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah. Dalam turnamen ini, Indonesia akan menurunkan dua tim putri, yaitu Garuda Pertiwi dan Putri Nusantara, dengan 44 dari 46 atlet yang terlibat berasal dari MLSC dan HSL.
Menurut Vivin, perkembangan ini menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam kualitas permainan pesepak bola putri. Ia mencatat bahwa dalam waktu satu atau dua tahun terakhir, kemampuan dasar seperti menggiring bola yang sebelumnya tidak dipahami, kini telah dikuasai dengan baik oleh para pemain. "Sekarang anak-anak sudah bermain dengan pemahaman yang lebih baik tentang permainan," ujarnya.
Vivin menambahkan bahwa fokus utama ke depan adalah mempersiapkan tim atlet dan pelatih terbaik untuk menghadapi prakualifikasi Piala AFF U17 yang dijadwalkan pada bulan Oktober. Oleh karena itu, talenta-talenta yang berpartisipasi di Srikandi Merdeka Cup akan diseleksi kembali untuk memperkuat tim nasional putri, guna menghadapi tantangan di prakualifikasi tersebut.