Ekonomi

PT Niramas Utama Tbk Siap Melaksanakan IPO dengan Penawaran 350 Juta Saham

Minggu, 14 Juni 2026, 16:34 WIB 11 views 3 menit baca
PT Niramas Utama Tbk Siap Melaksanakan IPO dengan Penawaran 350 Juta Saham
PT Niramas Utama Tbk produsen INACO siap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: dok KabarBursa.com
Bagikan:

PT Niramas Utama Tbk, yang dikenal sebagai produsen makanan penutup dan produk berbasis nata de coco dengan merek INACO, akan melaksanakan penawaran umum perdana saham (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam prospektus awal yang dijadwalkan terbit pada 15 Juni 2026, perusahaan menawarkan hingga 350 juta saham baru, yang setara dengan 25,93 persen dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum.

Dengan rentang harga penawaran antara Rp900 hingga Rp1.120 per saham, perusahaan berpotensi mengumpulkan dana segar hingga Rp392 miliar. Semua saham yang ditawarkan merupakan saham baru yang diterbitkan dari portepel perusahaan. Masa penawaran awal direncanakan berlangsung dari 15 hingga 22 Juni 2026, dengan target pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 29 Juni 2026. Penawaran umum akan dilakukan pada 1 hingga 3 Juli 2026, diikuti dengan penjatahan pada 3 Juli 2026, distribusi saham secara elektronik pada 6 Juli 2026, dan pencatatan saham di BEI pada 7 Juli 2026. PT Sucor Sekuritas ditunjuk sebagai penjamin pelaksana emisi efek, dan penawaran umum akan dilakukan melalui sistem e-IPO sesuai dengan ketentuan POJK Nomor 41 Tahun 2020.

Sebelum IPO, struktur kepemilikan perusahaan didominasi oleh PT Niramas Utama International yang memiliki 998 juta saham atau 99,80 persen dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Setelah penawaran, diperkirakan kepemilikan masyarakat akan mencapai 350 juta saham atau 25,93 persen, sementara PT Niramas Utama International akan tetap menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 73,92 persen. Ham Pak Japyusuf Hamdani, sebagai pengendali perusahaan, menyatakan tidak akan melepas status pengendali selama minimal 12 bulan setelah pernyataan pendaftaran IPO dinyatakan efektif.

Dalam prospektusnya, INACO mengungkapkan bahwa sebagian besar dana hasil IPO akan digunakan untuk ekspansi kapasitas produksi dan penguatan operasional. Sekitar 51,04 persen dari dana tersebut akan dialokasikan untuk penyertaan modal kepada anak usaha, PT Niramas Pandaan Sejahtera (NPS), yang akan digunakan untuk belanja modal, termasuk pembelian dan instalasi mesin produksi. Selain itu, sekitar 18,36 persen dana akan digunakan untuk belanja modal di tingkat perusahaan, mencakup pembelian mesin dan peningkatan fasilitas pergudangan.

Perseroan juga merencanakan penggunaan sekitar 10,63 persen dana untuk membayar sebagian pokok pinjaman jangka pendek kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, yang tercatat sebesar Rp94 miliar per 31 Maret 2026. Setelah pembayaran, sisa kewajiban kepada Bank Mandiri diperkirakan akan turun menjadi Rp54 miliar. Sisa dana sekitar 19,97 persen akan dialokasikan sebagai modal kerja untuk pembelian bahan baku, biaya operasional, distribusi, dan kegiatan pemasaran.

Dari sisi kinerja, INACO melaporkan penjualan sebesar Rp753,05 miliar sepanjang 2025, mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, laba bersih perusahaan meningkat signifikan menjadi Rp39,03 miliar, dibandingkan Rp11,63 miliar pada 2024. Total aset konsolidasian perusahaan tercatat sebesar Rp552,11 miliar, dengan total liabilitas Rp406,59 miliar dan total ekuitas mencapai Rp145,52 miliar. Setelah menjadi perusahaan terbuka, INACO juga berencana untuk membagikan dividen tunai dengan rasio maksimum 30 persen dari laba bersih setelah penyisihan cadangan wajib.

A

Penulis

Ananta Prana

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait