Kesehatan

Pubertas Dini pada Anak: Gejala, Penyebab, dan Pengaruhnya

Rabu, 10 Juni 2026, 01:02 WIB 9 views 2 menit baca
Ilustrasi. Pubertas dini terjadi saat tanda-tanda pubertas muncul terlalu cepat, umumnya sebelum 8 tahun pada perempuan dan sebelum 9 tahun pada laki-laki. (iStockphoto/shironosov)
Ilustrasi. Pubertas dini terjadi saat tanda-tanda pubertas muncul terlalu cepat, umumnya sebelum 8 tahun pada perempuan dan sebelum 9 tahun pada laki-laki. (iStockphoto/shironosov)
Bagikan:

Pubertas dini merupakan kondisi ketika tanda-tanda pubertas muncul terlalu cepat, umumnya sebelum usia 8 tahun pada anak perempuan dan sebelum usia 9 tahun pada anak laki-laki. Perubahan ini dapat disebabkan oleh hormon pubertas yang aktif lebih cepat dari seharusnya atau tubuh yang mulai memproduksi hormon seks terlalu awal.

Menurut Cleveland Clinic, pubertas merupakan fase ketika tubuh anak mulai berkembang menjadi dewasa akibat perubahan hormon reproduksi. Proses tersebut terjadi ketika otak mengaktifkan sistem hormon reproduksi. Pada pubertas dini, sistem ini aktif lebih cepat dari seharusnya atau tubuh mulai memproduksi hormon seks terlalu awal.

Penyebab pubertas dini secara umum terjadi karena hormon pubertas aktif lebih cepat dari seharusnya. Pada banyak kasus, terutama pada anak perempuan, penyebab pastinya sering tidak diketahui. Namun, kondisi ini dapat berkaitan dengan gangguan pada otak, faktor genetik, kelainan bawaan, hingga masalah pada organ penghasil hormon seperti ovarium, testis, atau kelenjar adrenal.

Kondisi tertentu seperti obesitas dan paparan hormon dari luar tubuh juga disebut dapat ikut memengaruhi pubertas muncul lebih cepat. Dalam beberapa tahun terakhir, para peneliti juga mulai menyoroti faktor lingkungan dan gaya hidup sebagai salah satu faktor yang mungkin berperan. Meningkatnya kasus pubertas dini juga berkaitan dengan naiknya angka obesitas anak dan paparan bahan kimia yang dapat mengganggu sistem hormon tubuh.

Pubertas dini tidak hanya memengaruhi perubahan tubuh anak, tetapi juga kondisi psikologisnya. Anak bisa merasa berbeda dari teman sebaya, lebih cepat malu terhadap tubuhnya, atau mengalami tekanan sosial karena dianggap lebih dewasa dari usianya. Secara fisik, anak dengan pubertas dini memang bisa tampak lebih tinggi pada awalnya. Namun, karena tulang matang terlalu cepat, pertumbuhan dapat berhenti lebih awal sehingga tinggi badan saat dewasa berisiko lebih pendek.

Orang tua sebaiknya mulai waspada bila tanda pubertas muncul, sebelum usia 8 tahun pada anak perempuan, atau sebelum usia 9 tahun pada anak laki-laki. Utamanya, jika perubahan tubuh terjadi cukup cepat dalam beberapa bulan. Karena itu, perubahan tubuh yang terlalu cepat pada anak sebaiknya tidak langsung dianggap normal. Pemeriksaan sejak awal penting untuk memastikan apakah perkembangan tersebut masih dalam batas wajar atau termasuk pubertas dini yang perlu ditangani lebih lanjut.

A

Penulis

Agus Wigati

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait