Popularitas push bike atau balance bike meningkat seiring semakin banyaknya anak-anak yang menggunakannya di taman, area bermain, hingga ajang perlombaan. Sepeda tanpa pedal ini kerap disebut sebagai cara yang lebih mudah untuk belajar naik sepeda.
Umumnya, push bike dirancang untuk anak usia balita hingga awal usia sekolah, terutama mereka yang belum bisa menjaga keseimbangan saat naik sepeda biasa. Sebagian besar anak mulai belajar bersepeda di usia 4 hingga 7 tahun, namun banyak anak mulai menggunakan push bike di usia sekitar 2 hingga 5 tahun.
Push bike membantu anak belajar dua hal penting, yaitu menjaga keseimbangan tanpa bergantung pada roda tambahan dan mengontrol arah dan kecepatan secara alami. Berbeda dengan sepeda roda tiga atau sepeda dengan roda bantu, push bike membuat anak langsung merasakan keseimbangan, sehingga transisi ke sepeda pedal biasanya lebih cepat.
Orang tua sebaiknya melihat kesiapan anak sebelum memperkenalkan push bike. Beberapa tanda anak siap mencoba push bike antara lain sudah bisa berjalan dan berlari dengan stabil, tertarik pada aktivitas fisik seperti mendorong atau meluncur, dan mampu duduk dan mengangkat kaki secara bergantian.
Untuk memulai push bike, orang tua bisa memperhatikan beberapa hal, seperti memilih ukuran sepeda sesuai tinggi anak, menggunakan helm dan perlindungan dasar, memulai di area datar dan aman, dan biarkan anak belajar dengan ritmenya sendiri tanpa dipaksa.