Diet Erling Haaland menjadi perbincangan di media sosial setelah ia mengungkapkan pola makan yang mendukung performanya di lapangan. Haaland dikenal sebagai salah satu pesepak bola dengan kekuatan fisik, kecepatan, dan daya tahan luar biasa. Untuk menunjang performa tersebut, ia disebut mengonsumsi sekitar 6.000 kalori per hari melalui pola makan yang terinspirasi dari gaya hidup leluhur atau ancestral diet.
Pola makan Haaland berfokus pada makanan utuh yang minim proses pengolahan, seperti organ hewan, susu mentah, dan makanan alami yang minim pengolahan. Ia juga memperhatikan kualitas air minum, waktu makan yang konsisten, dan paparan sinar matahari pagi untuk menjaga ritme sirkadian tubuh. Tiga pilar utama diet Haaland adalah organ hewan kaya nutrisi, air berkualitas dan sinar matahari, serta susu mentah dan makanan utuh.
Organ hewan seperti hati dan jantung sapi merupakan sumber zat besi, vitamin B kompleks, vitamin A, zinc, dan koenzim Q10 yang berperan dalam produksi energi dan pembentukan sel darah merah. Air berkualitas dan sinar matahari juga penting untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh dan mengatur jam biologis tubuh. Susu mentah dan makanan utuh menjadi sumber kalori, protein, dan lemak yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan energi.
Namun, perlu diingat bahwa kebutuhan nutrisi atlet elite sangat berbeda dengan masyarakat umum. Karena itu, pola makan seorang atlet profesional tidak bisa langsung ditiru tanpa mempertimbangkan kebutuhan tubuh masing-masing. Bagi kebanyakan orang, prinsip yang lebih realistis adalah memperbanyak makanan utuh, memenuhi kebutuhan protein, mengonsumsi sayur dan buah, mengurangi makanan ultra-proses, serta menjaga waktu makan yang konsisten.