KH Abun Bunyamin selaku Rais Syuriyah Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat menegaskan bahwa organisasi tidak pernah memberikan dukungan kepada calon Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) yang baru. Pernyataan tersebut muncul setelah Ketua PWNU Jawa Barat, Juhadi Muhammad, mengungkapkan pendapat pribadi yang tidak mewakili sikap resmi organisasi.
Menurut KH Abun, pernyataan Juhadi tidak melalui mekanisme organisasi yang seharusnya, sehingga tidak bisa dianggap sebagai keputusan resmi. Ia menyayangkan pernyataan tersebut karena dapat menimbulkan kesan bahwa PWNU Jawa Barat terlibat dalam dukungan terhadap calon Kapolri. KH Abun menekankan bahwa hubungan antara NU dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo selama ini berjalan baik, di mana Kapolri dianggap banyak membantu kegiatan keagamaan dan sosial yang dilaksanakan oleh NU.
“Selama ini hubungan Kapolri dengan NU sangat baik. Pengurus dan warga NU juga merasa nyaman karena Polri selalu hadir membantu berbagai kegiatan NU dan pesantren,” jelas KH Abun. Ia juga menambahkan bahwa Jenderal Listyo Sigit Prabowo sering bersilaturahmi dengan para ulama dan pengasuh pondok pesantren, yang menunjukkan kedekatan antara Kapolri dan NU.
KH Abun mengingatkan agar seluruh jajaran PWNU Jawa Barat berhati-hati dalam menyampaikan pandangan terkait jabatan publik. Setiap pernyataan yang mengatasnamakan organisasi harus melalui mekanisme dan permusyawaratan yang berlaku. “PWNU Jawa Barat harus tetap menjadi rumah besar seluruh warga NU dan tidak boleh digunakan untuk mendukung kepentingan atau figur tertentu tanpa keputusan resmi,” tegasnya.