Nasional

Revitalisasi Benteng Van Der Wijck Didorong Jadi Pusat Budaya dan Wisata

Jumat, 28 Agustus 2026, 08:20 WIB 41 views 2 menit baca
Menkop Dorong Revitalisasi Benteng Van Der Wijck Jadi Pusat Budaya, Wisata, Pendidikan
Menkop Dorong Revitalisasi Benteng Van Der Wijck Jadi Pusat Budaya, Wisata, Pendidikan
Bagikan:

Menteri Koperasi, Ferry Juliantoro, mendorong upaya revitalisasi Benteng Van Der Wijck yang terletak di Gombong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Benteng bersejarah ini dianggap memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata sekaligus pusat kegiatan budaya dan pendidikan, yang diharapkan dapat menggerakkan ekonomi lokal.

Ferry menyatakan kekagumannya setelah mengunjungi benteng peninggalan kolonial Belanda tersebut. Ia menilai bahwa struktur bangunan Benteng Van Der Wijck masih sangat kokoh dan memiliki nilai sejarah yang tinggi. "Saya baru tahu betapa luar biasanya Benteng Van Der Wijck ini. Dari sisi struktur bangunan, benteng ini masih kokoh sekali. Tinggal kami sedikit merevitalisasi semua nilai dan fungsinya," ungkapnya saat membuka Kebumen Travel Mart (KTM) 2026 dan Gombong Culture Festival di lokasi benteng, pada Kamis (27/8).

Ferry juga berencana mengundang Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, untuk melihat langsung kondisi benteng. Ia percaya bahwa revitalisasi ini akan membuka peluang bagi pemanfaatan benteng sebagai pusat kegiatan budaya dan pendidikan, serta memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat Kebumen. Meningkatnya kunjungan wisatawan, baik domestik maupun internasional, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ferry menambahkan, jika semua rencana ini terlaksana, dampak positifnya akan dirasakan dalam kemajuan ekonomi, karena UMKM akan mendapatkan keuntungan dari kedatangan wisatawan. Ia juga membandingkan kondisi Benteng Van Der Wijck dengan gedung bersejarah di Tasikmalaya, yang merupakan lokasi Kongres Koperasi Pertama Indonesia, dan menyatakan bahwa kondisi bangunan di Kebumen bahkan lebih baik.

Lebih lanjut, Ferry mengingatkan sejarah panjang Kebumen dalam perkembangan koperasi di Indonesia, yang dimulai pada 16 Desember 1886. Ia mendorong pembentukan koperasi oleh organisasi Induk Warga Asal Kabupaten Kebumen (IWAKK) Walet Emas untuk mendukung pengembangan usaha para pelaku UMKM dan membantu produk-produk lokal menembus pasar ekspor.

Bupati Kebumen, Lilis Suryani, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan KTM dan Gombong Culture Festival 2026, yang dianggap berkontribusi dalam mengangkat nama Gombong dan Kebumen. Ia menekankan pentingnya peran IWAKK dalam menghubungkan warga Kebumen di perantauan dengan daerah asal mereka.

Dukungan terhadap pengembangan Benteng Van Der Wijck juga disampaikan oleh Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Akhiruddin Darodjat. Ia mengapresiasi pelaksanaan acara yang memanfaatkan kawasan benteng yang kini dikelola oleh TNI. Menurutnya, benteng segi delapan ini merupakan kebanggaan masyarakat Kebumen, dan ia membuka ruang untuk kolaborasi guna meningkatkan peran dan manfaat benteng bagi kesejahteraan masyarakat, terutama generasi muda.

D

Penulis

Darma Yudhistira

Penulis di Jagad Info

Sumber: jpnn.com jpnn.com

Berita Terkait