Kesehatan

Risiko Mata Minus pada Anak yang Jarang Bermain di Luar

Senin, 13 Juli 2026, 00:11 WIB 58 views 2 menit baca
Ilustrasi. Anak-anak juga rentan terkena miopia. (Unsplash/Pixabay)
Ilustrasi. Anak-anak juga rentan terkena miopia. (Unsplash/Pixabay)
Bagikan:

Anak yang lebih sering menghabiskan waktu di depan layar gawai dan jarang bermain di luar ruangan berisiko mengalami miopia atau mata minus lebih cepat, bahkan sebelum genap berusia 8 tahun. Dokter spesialis mata mengingatkan perubahan gaya hidup anak saat ini menjadi salah satu pemicu meningkatnya kasus miopia.

Aktivitas belajar yang padat, penggunaan gawai dalam waktu lama, hingga minimnya paparan sinar matahari membuat risiko gangguan penglihatan semakin besar. Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Jakarta, Julie Dewi Barliana mengatakan paparan sinar matahari dan aktivitas di luar ruangan memiliki peran penting dalam mencegah perkembangan mata minus pada anak.

Anak yang lebih banyak melakukan aktivitas jarak dekat (near work), seperti bermain gawai, membaca, atau belajar dalam waktu lama tanpa diimbangi aktivitas di luar ruangan, memiliki risiko lebih tinggi mengalami miopia. Julie menilai perubahan pola hidup anak turut mempercepat munculnya kondisi tersebut.

Jadwal sekolah yang semakin panjang membuat anak kehilangan waktu untuk beraktivitas di luar ruangan. International Myopia Institute (IMI) merekomendasikan anak menghabiskan sedikitnya dua jam setiap hari di luar ruangan untuk membantu menekan risiko mata minus.

Presiden Direktur EssilorLuxottica Indonesia, Dailami Aziz, mengatakan miopia kini tidak lagi dipandang sebagai gangguan refraksi yang cukup dikoreksi dengan lensa biasa, melainkan telah menjadi perhatian kesehatan masyarakat yang membutuhkan penanganan sejak dini.

A

Penulis

Ananta Prana

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait