Kesehatan

Risiko Penularan Hantavirus Rendah, Masyarakat Diminta Tidak Panik

Sabtu, 09 Mei 2026, 00:47 WIB 15 views 2 menit baca
Risiko Penularan Hantavirus Rendah, Masyarakat Diminta Tidak Panik
Ilustrasi. Dalam media briefing pada Kamis (8/5), IDAI tegaskan masyarakat tak perlu panik, risiko penyebaran hantavirus secara meluas dinilai rendah. (iStockphoto/Choreograph)
Bagikan:

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) meminta masyarakat tidak panik menyikapi kabar wabah hantavirus yang berkaitan dengan kapal pesiar MV Hondius. Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, mengingatkan masyarakat agar tidak ikut menyebarkan kepanikan.

Piprim mengatakan, hantavirus umumnya menular dari hewan pengerat seperti tikus. Penularan antarmanusia bisa terjadi, tetapi membutuhkan kontak erat dan berkepanjangan. "Belum tentu juga apa yang terjadi itu bisa menulari seperti COVID. Karena memang virus ini, virus Andes, ini biasanya menularnya dari rodent, dari tikus dan penularan antarmanusia itu hanya bisa terjadi melalui kontak erat yang berkepanjangan," tutur Piprim.

Dominicus Husada dari Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI & Guru Besar Bidang Ilmu PD3I Kedokteran Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya juga mengatakan bahwa hantavirus bukan virus baru dan sudah lama dikenal dalam dunia medis. "Kita tidak setakut itu lah, dengan hanta ini, tapi memang jangan sampai lengah. Virus hanta adalah sesuatu yang kita sudah kenal cukup lama, bukan virus baru," kata Dominicus.

Menurutnya, risiko hantavirus menyebar luas seperti COVID-19 sangat kecil. Penyebabnya, hantavirus tidak mudah menular antarmanusia dalam pergaulan sehari-hari. Dominicus juga menjelaskan, penularan antarmanusia pada virus Andes membutuhkan kontak erat, seperti tinggal serumah, berada dalam ruangan kecil yang sama setiap hari, atau sering berinteraksi dekat dengan pasien.

Meski begitu, IDAI tetap meminta masyarakat untuk waspada. Piprim menekankan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), terutama menjaga kebersihan lingkungan dari tikus. Masyarakat perlu pula memperhatikan makanan dan lingkungan rumah agar tidak dibiarkan menjadi tempat tikus berkeliaran.

V

Penulis

Vina Maharani

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait