MAKASSAR - Jumlah korban jiwa dari tragedi tenggelamnya KM Nurul Salsa meningkat menjadi empat orang setelah Tim SAR Gabungan menemukan satu jenazah laki-laki di sebelah timur laut Pulau Matallang, Kepulauan Sabalana, Laut Flores, pada Kamis (23/7). Penemuan ini dikonfirmasi oleh Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Basarnas Makassar, Andi Sultan.
Andi Sultan menjelaskan bahwa jenazah tersebut telah dipindahkan ke kapal rescue utama untuk penanganan medis dan evakuasi lebih lanjut. "Tim RIB KN SAR Pacitan berhasil mengevakuasi satu jenazah berjenis kelamin laki-laki di sebelah timur laut Pulau Matallang, sekitar 100 meter dari bibir pantai," ujarnya. Saat ini, Tim SAR Gabungan masih melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk menentukan lokasi penyerahan jenazah guna memulai proses identifikasi.
Pihak berwenang belum memutuskan apakah jenazah akan langsung dibawa ke Kota Makassar atau terlebih dahulu dievakuasi ke Posko Benteng di Kabupaten Kepulauan Selayar. "Keputusan ini akan ditentukan berdasarkan hasil koordinasi di lapangan dengan mempertimbangkan aspek operasional dan proses identifikasi korban," tambahnya. Dengan penemuan ini, Tim SAR Gabungan berharap proses identifikasi dapat segera dilakukan untuk memastikan identitas korban dan memberitahukan pihak keluarga.
Sementara itu, operasi pencarian terhadap korban lainnya masih dilanjutkan sesuai rencana, dengan fokus pada penyisiran di wilayah Kepulauan Sabalana dan sekitarnya. Berdasarkan data terbaru, jumlah penumpang KM Nurul Salsa yang tenggelam di Perairan Selayar diperbarui dari 78 menjadi 76 orang, dengan rincian 58 orang selamat, tiga orang meninggal dunia, dan 15 orang masih dalam pencarian.
Andi Sultan menjelaskan bahwa perubahan data ini disebabkan oleh adanya dua nama ganda dalam daftar penumpang dan satu nama yang sebelumnya terdaftar namun tidak ikut berangkat. Dua dari tiga korban yang ditemukan hingga saat ini masih dalam proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) di Biddokes Polda Sulsel. "Kami tetap melanjutkan pencarian terhadap 15 korban yang masih dinyatakan hilang," ujarnya.
Strategi pencarian akan terus disesuaikan dengan perkembangan di lapangan, termasuk analisis arus laut yang dapat mempengaruhi pergerakan objek yang hanyut. Seluruh unsur SAR gabungan berkomitmen untuk bekerja maksimal dan terus berkoordinasi dengan masyarakat pesisir serta nelayan setempat untuk mendapatkan informasi yang berguna dalam menentukan arah pencarian.
Operasi SAR KM Nurul Salsa akan terus dilaksanakan dengan evaluasi harian terhadap kondisi cuaca, pergerakan arus, dan hasil pencarian di lapangan untuk memaksimalkan peluang menemukan seluruh korban yang masih hilang.