Ekonomi

Strategi Grab Indonesia untuk Memanfaatkan Peluang Bisnis di Tengah Tantangan Ekonomi Global 2026

Selasa, 09 Juni 2026, 19:04 WIB 10 views 2 menit baca
Advertisement
Advertisement
Bagikan:

Grab Indonesia mengekspresikan keyakinannya untuk memanfaatkan peluang pertumbuhan bisnis yang masih tersedia, meskipun tantangan di sektor usaha semakin kompleks pada semester kedua tahun 2026. Perusahaan ini telah merumuskan inisiatif strategis yang berfokus pada efisiensi teknologi untuk menghadapi dinamika pasar yang cepat berubah serta perilaku konsumen yang semakin selektif.

CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, mengungkapkan bahwa tantangan yang dihadapi saat ini bukan hanya berasal dari satu sumber, melainkan merupakan kombinasi dari berbagai faktor. Ketidakpastian geopolitik, fluktuasi harga energi, dan masalah rantai pasok global menjadi variabel utama yang mempengaruhi keputusan korporasi di Indonesia. "Dunia usaha kini bergerak dalam lanskap yang semakin kompleks dan cepat berubah, di mana percepatan integrasi teknologi dan AI memengaruhi cara perusahaan mengambil keputusan. Namun, di Grab kami percaya peluang pertumbuhan masih sangat terbuka jika kita mampu mengejar prioritas secara lebih tajam dan disiplin," jelas Neneng dalam acara Grab Business Forum di Jakarta pada Selasa (9/6/2026).

Dia juga menyoroti bahwa proyeksi Bank Dunia menunjukkan pertumbuhan kawasan Asia Timur dan Pasifik melambat menjadi 4,2 persen, turun dari 5 persen tahun sebelumnya. Penurunan optimisme ini juga tercermin dalam laporan PwC Global CEO Survey 2026 yang mencatat tingkat keyakinan CEO di Asia Pasifik menurun menjadi 21 persen dibandingkan 34 persen pada tahun lalu. Hal ini mendorong para pemimpin perusahaan untuk berpikir lebih strategis demi mempertahankan keberlangsungan usaha mereka.

Sebagai langkah nyata, Grab meluncurkan mandat 'Scale Smarter and Execute Faster' yang berfokus pada pertumbuhan berbasis area pencipta nilai dengan dukungan data yang luas. Strategi Scale Smarter diimplementasikan melalui alokasi sumber daya yang tepat untuk memastikan pertumbuhan perusahaan tidak menambah beban kompleksitas yang dapat menghambat perkembangan bisnis di masa depan.

A

Penulis

Ananta Prana

Penulis di Jagad Info

Sumber: inews.id inews.id

Berita Terkait