Pemerintah menyebut persoalan stunting masih menjadi ancaman serius bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia, terutama dalam menghadapi bonus demografi dan kebutuhan tenaga kerja di masa depan. Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) menegaskan berbagai program intervensi stunting tetap berjalan meski Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting telah berakhir pada Desember 2024 dan kini tengah direvisi.
Sekretaris Kemendukbangga/BKKBN Budi Setiyono mengatakan prevalensi stunting nasional terus mengalami penurunan. Pada 2025, angka stunting tercatat berada di level 18,8 persen. Pemerintah pun menargetkan prevalensi stunting turun hingga di bawah 5 persen menuju Indonesia Emas 2045. Meski demikian, Budi menilai masih ada pekerjaan rumah besar karena angka stunting di sejumlah daerah belum merata dan masih cukup tinggi.
BKKBN mencatat sekitar 8,1 juta keluarga di Indonesia masuk kategori keluarga risiko stunting (KRS). Persoalan sanitasi dan akses air minum layak masih menjadi faktor terbesar penyebab tingginya angka tersebut. Direktur Pendayagunaan Lembaga Organisasi Kemasyarakatan Kemendukbangga/BKKBN Yuni Hastuningsih mengatakan data tersebut berasal dari hasil verifikasi Pendataan Keluarga 2025.
Menurut Yuni, indikator keluarga risiko stunting tidak hanya berkaitan dengan kondisi gizi, tetapi juga menyangkut kualitas lingkungan dan sanitasi keluarga. Dari total 8,1 juta keluarga risiko stunting tersebut, pemerintah memprioritaskan kelompok desil 1 atau keluarga miskin sebagai sasaran utama program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). BKKBN menargetkan program GENTING pada 2026 dapat menjangkau 1 juta keluarga risiko stunting yang tersebar di 38 provinsi.
Stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga perkembangan otak, kemampuan kognitif, hingga meningkatkan risiko penyakit metabolik saat dewasa. Oleh karena itu, pemerintah berupaya untuk mengatasi masalah stunting dengan program-program yang tepat sasaran dan efektif.