Tempo Media Group kembali menjadi topik hangat di kalangan publik setelah surat yang mengundang pertemuan untuk menawarkan kerja sama kepada Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo de Sousa Mota, viral. Tawaran ini muncul di saat Tempo gencar memberitakan kritik terhadap Koperasi Desa Merah Putih dan Agrinas Pangan Nusantara.
Surat yang ditandatangani oleh Direktur Utama PT Info Media Digital, Wahyu Dhyatmika, bertanggal 7 Juli 2026, meminta audiensi dengan Joao Mota pada 14 Juli. Joao Mota mengungkapkan kekecewaannya terhadap tawaran kerja sama tersebut, mengingat situasi kritis yang sedang dihadapi oleh Agrinas. "Saya kecewa karena Tempo yang selama ini saya hormati, kini memberikan tawaran yang tidak terduga," ujarnya pada 23 Juli.
Joao Mota menekankan bahwa ia tidak menyangka akan menerima surat penawaran kerjasama dari Tempo Media Group, dan merasa sedih karena menganggap independensi media tersebut sangat berharga. Ia menyebutkan bahwa situasi ini menciptakan preseden yang tidak baik.
Tempo Media Group sebelumnya juga pernah mengirimkan surat serupa kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika pada tahun 2024, yang menimbulkan pro dan kontra. Menanggapi viralnya surat audiensi tersebut, Wahyu Dhyatmika menyatakan bahwa publik berhak memastikan bahwa media tidak menggunakan pemberitaan kritis sebagai alat untuk menekan pihak tertentu agar membeli iklan.
Wahyu menegaskan bahwa pemahaman yang keliru mengenai hubungan antara kritik dan iklan dapat merugikan keberlangsungan jurnalisme. Ia menjelaskan bahwa media, termasuk Tempo, memiliki hak untuk menerima iklan dari berbagai pihak tanpa mengorbankan independensi pemberitaan. Menurutnya, penting untuk membedakan antara iklan dan berita, dengan konten berbayar harus diberi keterangan yang jelas.
Situasi ini menunjukkan tantangan yang dihadapi oleh media dalam menjaga integritas sambil tetap beroperasi secara ekonomi. Perkembangan selanjutnya dari kasus ini akan terus dipantau oleh publik dan pihak-pihak terkait.