Polda Metro Jaya telah melibatkan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) untuk menyelidiki penyebab kebakaran yang terjadi di Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta pada malam hari Jumat, 7 Agustus. Kebakaran tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 21.30 WIB.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyatakan bahwa kehadiran Puslabfor sangat penting untuk menentukan asal api dan titik api kebakaran. "Dengan hadirnya Puslabfor untuk menentukan penyebab dari asal api, di mana titik api," ungkap Budi saat memberikan keterangan kepada media pada hari Sabtu, 8 Agustus.
Dalam insiden tersebut, seorang pekerja berinisial G sempat terjebak di dalam gedung. Tim penyelamat berhasil mengevakuasi korban yang saat ini masih dalam perawatan medis karena mengalami sesak napas. "Kami juga mendoakan bersama para korban. Dalam kondisi sekarang masih dalam perawatan, masih sesak nafas. Ini keterangan dari dokter karena kondisi berada di lokasi kejadian,” tambah Budi.
Dinas Gulkarmat Provinsi DKI Jakarta melaporkan bahwa mereka menerima informasi mengenai kebakaran tersebut dan segera mengerahkan 30 unit mobil pemadam kebakaran serta 180 personel, termasuk tiga bronto skylift. Api berhasil dipadamkan pada pukul 01.53 WIB pada hari Sabtu.
Sebelumnya, Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Pusat, Triyanto, mengungkapkan bahwa sumber api berasal dari ruang server di lantai 11 gedung, yang kemudian menjalar ke lantai-lantai lainnya. "Diduga api berasal dari ruang server lantai 11," jelas Triyanto.
Proses penyelidikan oleh Puslabfor diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai penyebab pasti kebakaran ini dan langkah-langkah selanjutnya yang perlu diambil.