JAKARTA - Prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dan Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) telah menyelesaikan Latihan Bersama Ksatria Warrior 2026. Latihan ini berlangsung selama 15 hari di Puslatpur Kodiklatad, Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.
Pembantu Asisten VIII/Kerja Sama Militer Non-Asia Staf Operasi Angkatan Darat, Kolonel Inf Medi Hariyo Wibowo, menjelaskan bahwa selama latihan, para prajurit dari kedua negara membangun hubungan yang kuat melalui kegiatan saling belajar, koordinasi, dan komunikasi. Dia menekankan bahwa semangat saling menghormati, saling menguntungkan, dan saling percaya telah terwujud dalam setiap tahap latihan.
Dalam upacara penutupan, Medi mengapresiasi semua pihak yang terlibat dan berharap latihan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan tempur prajurit, tetapi juga mempererat hubungan militer dan bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat. Kolonel Richard King, Perwira Penanggung Jawab Operasi USARPAC, menambahkan bahwa kemampuan prajurit TNI AD dan US Army dalam berkoordinasi selama latihan menunjukkan semakin kuatnya hubungan antara kedua negara.
Selama 15 hari pelaksanaan Latma Ksatria Warrior 2026, para prajurit mengikuti berbagai materi latihan yang meliputi teori, teknik, taktik, staf, dan operasi. Materi tersebut termasuk pembelajaran di kelas, latihan kemampuan Zeni melalui renovasi SDN 04 Peracak, serta latihan pengambilan keputusan. Selain itu, mereka juga melakukan latihan lapangan dan latihan menembak menggunakan peluru tajam. Rangkaian latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan teknis, taktis, staf, dan koordinasi operasi prajurit.