Kesehatan

Virus Hantavirus Lokal di Indonesia: Apa yang Perlu Kita Ketahui?

Sabtu, 16 Mei 2026, 19:31 WIB 19 views 2 menit baca
Ilustrasi. 'Serang Virus' dikenal sebagai Hantavirus lokal yang ditemukan di Serang, Banten. (iStockphoto)
Ilustrasi. 'Serang Virus' dikenal sebagai Hantavirus lokal yang ditemukan di Serang, Banten. (iStockphoto)
Bagikan:

Di tengah ramainya isu mengenai Hantavirus di kapal pesiar MV Hondius, publik juga menyoroti keberadaan 'Serang Virus' sebagai jenis Hantavirus lokal yang pernah ditemukan di Indonesia. Serang Virus pertama kali terdeteksi pada tikus rumah Asia (Rattus tanezumi) di Desa Argawana, Kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang, Banten.

Temuan ini tercatat dalam penelitian Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI pada 2012 dan kembali dibahas dalam jurnal Viruses tahun 2019 berjudul A Review of Hantavirus Research in Indonesia: Prevalence in Humans and Rodents, and the Discovery of Serang Virus. Meski demikian, Kemenkes menegaskan bahwa Serang Virus sejauh ini baru ditemukan pada tikus dan belum pernah dilaporkan menginfeksi manusia di Indonesia.

Pelaksana tugas Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni mengatakan bahwa Hantavirus memiliki banyak strain atau variasi, tetapi tidak semuanya dapat menular ke manusia. "Jadi virus ini, Hantavirus ini memiliki 50 strain, dari Orthohantavirus ini dan di antaranya 24 strain yang dapat menginfeksi manusia. Untuk Serang Virus sendiri, sejauh ini hanya menginfeksi tikus dan belum terjadi penularan dari tikus ke manusia di Indonesia," kata Andi dalam konferensi pers Kewaspadaan Penyakit Virus Hanta.

Penelitian tentang Hantavirus di Indonesia sendiri telah dilakukan selama puluhan tahun, baik pada manusia maupun hewan pengerat. Studi dalam jurnal Viruses itu mencatat bahwa tanda paparan Hantavirus di Indonesia berkisar 0-34 persen pada hewan pengerat dan 0-13 persen pada manusia. Andi mengatakan bahwa pemerintah tetap melakukan surveilans untuk mendeteksi kemungkinan kasus Hantavirus di Tanah Air, salah satunya adalah rumah sakit sentinel, atau fasilitas pemantauan untuk pengawasan khusus.

Tetap waspada, Andi mengingatkan langkah pencegahan tetap penting dilakukan, terutama dengan menghindari kontak langsung dengan tikus atau celurut, termasuk kotoran dan sekresinya. "Pencegahan yang sama untuk seluruh penyakit Hantavirus ini penting, pertama bahwa menghindari kontak langsung dengan reservoir, dalam hal ini tikus atau celurut, termasuk kotorannya. Apabila kontak tidak dapat menghindari, dapat menggunakan alat pelindung diri seperti masker dan sepatu bot," katanya.

V

Penulis

Vina Maharani

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait