Kesehatan

Wanita yang Nonton Konser F4 Saat Campak Hebohkan Media Sosial

Kamis, 04 Juni 2026, 12:31 WIB 13 views 2 menit baca
Ilustrasi. Sakit campak tetap menular meski demam dan ruam sudah muncul beberapa hari. (iStockphoto/RomoloTavani)
Ilustrasi. Sakit campak tetap menular meski demam dan ruam sudah muncul beberapa hari. (iStockphoto/RomoloTavani)
Bagikan:

Sebuah unggahan di media sosial telah menjadi perbincangan hangat setelah seorang wanita di Jakarta mengaku tetap menghadiri konser F4 meski sedang mengalami gejala campak. Unggahan tersebut viral di Threads dan memicu gelombang kritik dari warganet yang khawatir terhadap risiko penularan penyakit.

Dalam unggahan yang beredar melalui tangkapan layar, wanita itu mengaku ruam campak muncul di tubuhnya sekitar tiga hari sebelum konser berlangsung. Ia bahkan menyebut kondisinya saat itu 'menular banget'. Banyak netizen menyayangkan tindakan tersebut karena dinilai berpotensi membahayakan orang lain yang berada di lokasi konser.

Ketua Satgas Vaksinasi PAPDI, Sukamto Koesnoe, menegaskan bahwa seseorang yang mengalami campak masih berada dalam masa penularan beberapa hari setelah ruam muncul. "Ya, pada saat menonton konser ia sangat besar kemungkinan masih menularkan. Masa menular campak berlangsung kira-kira empat hari sebelum ruam muncul sampai empat hari sesudah ruam muncul," kata Sukamto.

Menurut Sukamto, jika ruam muncul tiga hari sebelum konser, maka pada hari acara berlangsung penderita masih berada dalam periode yang sangat menular. "Jadi bila ruam baru keluar H-3 sebelum konser, pada hari-H ia justru masih berada dalam puncak masa penularan. Bahkan periode paling infeksius adalah beberapa hari menjelang dan sesudah ruam timbul," ujarnya.

Campak bisa menular tanpa kontak fisik, karena virus campak menyebar melalui percikan droplet dan aerosol yang keluar saat seseorang batuk, bersin, atau bahkan berbicara. Karena itu, penularan tidak selalu membutuhkan kontak fisik secara langsung. Artinya, berada dalam satu ruangan dengan penderita campak saja sudah dapat meningkatkan risiko tertular, terutama bagi orang yang belum memiliki kekebalan melalui vaksinasi atau riwayat infeksi sebelumnya.

Risiko penularan lebih tinggi di konser yang digelar di ruang tertutup, karena menjadi lingkungan yang sangat ideal bagi penyebaran virus campak. "Risikonya sangat tinggi. Campak adalah salah satu penyakit yang paling cepat menular yang kita kenal. Satu orang yang sakit bisa menulari sekitar 12-18 orang lain yang belum kebal," kata Sukamto.

V

Penulis

Vina Maharani

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait