Kesehatan

Warna ASI Tidak Menentukan Kualitasnya

Kamis, 14 Mei 2026, 13:20 WIB 14 views 2 menit baca
Ilustrasi. Warna ASI memang tak selalu putih. (iStockphoto/Tatiana Foxy)
Ilustrasi. Warna ASI memang tak selalu putih. (iStockphoto/Tatiana Foxy)
Bagikan:

Di media sosial, banyak ibu yang membagikan pengalaman tentang warna ASI mereka yang kekuningan dan menganggapnya lebih bagus dibanding ASI berwarna putih. Namun, dokter menyebut bahwa warna ASI memang bisa berubah-ubah dan tidak selalu menandakan kualitas ASI lebih baik atau lebih buruk.

Ketua Satgas ASI Ikatan Dokter Anak Indonesia, Naomi Esthernita Fauzia Dewanto, menjelaskan bahwa ASI memiliki beberapa fase dengan komposisi yang berbeda-beda. ASI yang biasanya tampak lebih kuning dan kental adalah kolostrum, yang merupakan ASI yang pertama kali keluar di hari-hari awal setelah melahirkan.

Naomi menjelaskan bahwa kolostrum mengandung imunoglobulin atau zat kekebalan tubuh dalam jumlah tinggi sehingga berperan penting membantu perlindungan imun bayi baru lahir. Namun, ASI bukan cairan yang statis, komposisinya bisa berubah sesuai fase menyusui, usia bayi, hingga kondisi masing-masing ibu.

Setelah fase kolostrum, ASI akan masuk ke fase transisi lalu menjadi ASI matur yang biasanya tampak lebih putih dan encer. Selain berubah antar fase, ASI juga bisa berbeda dalam satu sesi menyusui. Naomi menjelaskan ada istilah foremilk dan hindmilk, yang merupakan ASI yang keluar pada awal menyusui dan akhir sesi menyusui.

Naomi menegaskan bahwa ASI yang diproduksi ibu pada dasarnya sudah menyesuaikan kebutuhan bayi, sehingga menjadi asupan yang paling cocok untuk masing-masing anak. Ia juga menjelaskan bahwa warna ASI memang bisa sedikit dipengaruhi makanan tertentu, terutama yang mengandung beta karoten tinggi seperti wortel atau labu.

Namun, Naomi menegaskan bahwa ibu tidak perlu sengaja mengejar warna ASI agar tetap kuning, karena yang penting adalah nutrisi yang terkandung di dalamnya. ASI mengandung berbagai komponen penting seperti imunoglobulin, lactoferrin, human milk oligosaccharide (HMO), probiotik, hingga zat bioaktif lain yang membantu mendukung tumbuh kembang bayi.

A

Penulis

Adhe Dharma

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait