Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) menghadapi tantangan dalam menyediakan akses internet yang memadai dan kecepatan tinggi untuk perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia. Wakil Ketua APTISI, Paristiyanti Nurwardani, mengatakan bahwa keterbatasan akses internet telah menghambat proses pertukaran ilmu dan komunikasi antara dosen dan mahasiswa.
Untuk mengatasi masalah ini, APTISI telah menjalin kerja sama strategis dengan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (SURGE) untuk menyediakan layanan internet berkecepatan tinggi. Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan tinggi dan memperluas akses internet untuk 4.095 kampus yang tergabung dalam APTISI.
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Mendikti), Brian Yuliarto, mengatakan bahwa transformasi digital merupakan fondasi penting untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi dan memperluas akses internet. "Transformasi digital merupakan fondasi penting untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi, memperluas akses, dan memperkuat relevansi perguruan tinggi dengan kebutuhan pembangunan nasional," ujarnya.
Ketua Umum APTISI Pusat, Muhammad Budi Djatmiko, mengatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperluas akses internet dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi. "Jika Indonesia ingin meningkatkan Angka Partisipasi Kasar pendidikan tinggi secara signifikan, maka PTS harus diperkuat. Tidak mungkin APK pendidikan tinggi naik secara nasional tanpa melibatkan perguruan tinggi swasta," ujarnya.
Paristiyanti mengungkapkan bahwa APTISI menargetkan 1.334 kampus untuk mendapatkan layanan internet gratis dari SURGE pada tahun ini. "Yang tahun ini, tahun ini sampai dengan bulan November kita akan reach kampus 1.334 yang pakai SURGE," ucapnya.
Direktur SURGE, Andi L Bharata, mengatakan bahwa kerja sama ini mencakup layanan internet gratis berkecepatan tinggi. "Jadi kita berikan layanan internet menggunakan fiber optik murni dengan kecepatan 1 Giga tanpa kuota. Itu kita berikan untuk menunjang pembelajaran di perguruan tinggi," tuturnya.