Pendidikan

Mengatasi Gaji Stagnan dengan Meningkatkan Nilai Diri

Sabtu, 18 Juli 2026, 15:33 WIB 17 views 1 menit baca
Mengatasi Gaji Stagnan dengan Meningkatkan Nilai Diri
Sumber gambar: kompas.com
Bagikan:

Menurut Dr. Monika Andrasari, dosen Program Studi S1 Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sumatera Utara (USU), fenomena ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk inflasi yang stabil dan demand serta supply tenaga kerja yang tidak seimbang.

Monika menjelaskan bahwa inflasi yang stabil di kisaran 3,34 persen berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia per Juni 2026, membuat kenaikan gaji tidak mampu mengejar laju kenaikan biaya hidup. Selain itu, demand dan supply tenaga kerja yang tidak seimbang juga membuat bargaining power pekerja menjadi kecil, sehingga mereka memperoleh gaji yang pas-pasan atau lebih kecil.

Untuk mengatasi situasi ini, Monika menyarankan beberapa cara, termasuk meningkatkan value diri dengan memiliki keahlian yang unik dan tidak dimiliki oleh orang lain. "Kita mau punya keahlian apa nih yang orang lain enggak punya? Jadi kayak anak Ekonomi nih, kita enggak cuman jago ekonometrika. Kita juga jago data analytics," ujarnya.

Monika juga menekankan bahwa semakin unik kombinasi skill kita, maka akan semakin tinggi nilai diri kita, dan akan semakin sulit kita digantikan. "Jadi kalau gaji terasa stagnan, bukan kerja kerasnya yang dikurangi tapi kombinasi skill atau strateginya yang harus diubah," ujarnya.

A

Penulis

Agus Wigati

Penulis di Jagad Info

Sumber: kompas.com kompas.com

Berita Terkait