Soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) di jenjang SD hingga SMA sering kali dinilai sulit dan terasa menantang bagi setiap siswa yang mengerjakannya. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menjelaskan bahwa soal-soal TKA terkesan menantang karena tidak hanya menguji kemampuan menghafal, tetapi juga melatih logika.
Menurut Kemendikdasmen, TKA bukan sekadar menguji hafalan, tetapi juga melatih siswa untuk menganalisis masalah dan memberikan jawaban yang tepat. Soal-soal TKA disusun untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dan relevan dengan dunia nyata, sehingga siswa dapat menerapkan ilmu yang dipelajari di sekolah dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menjelaskan bahwa soal TKA dibuat untuk mengungkap kemampuan berpikir siswa yang lebih mendalam, bukan untuk menarik perhatian. Meskipun banyak keluhan bahwa soal TKA terlalu sulit, terutama pada materi Matematika dan numerasi, Toni menyatakan bahwa soal-soal tersebut sudah sesuai standar dan telah melalui proses pengukuran dan pengujian yang ketat.
Walaupun demikian, Kemendikdasmen tetap mempertimbangkan keluhan dari siswa dan orang tua, serta berusaha untuk meningkatkan kualitas soal TKA agar lebih relevan dan efektif dalam mengukur kemampuan siswa. Dengan demikian, diharapkan soal TKA dapat membantu siswa untuk meningkatkan kemampuan berpikir dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan di dunia nyata.