Kesehatan

Anak Stunting: Risiko Gangguan Otak dan Kesulitan Belajar

Selasa, 28 Juli 2026, 01:03 WIB 61 views 2 menit baca
Ilustrasi. Stunting bukan cuma tumbuh kembang, tapi juga beroengaruh pada kecerdasan anak. (CNN Indonesia/Febria Adha Larasa)
Ilustrasi. Stunting bukan cuma tumbuh kembang, tapi juga beroengaruh pada kecerdasan anak. (CNN Indonesia/Febria Adha Larasa)
Bagikan:

Stunting masih menjadi tantangan besar bagi kesehatan anak di Indonesia, dengan sekitar 19,8 persen anak Indonesia mengalami stunting. Kondisi ini menunjukkan bahwa pencegahan stunting tidak hanya membutuhkan intervensi dari tenaga kesehatan, tetapi juga peningkatan pemahaman orang tua mengenai tumbuh kembang anak.

Dokter Spesialis Anak Diana Nubatonis menjelaskan bahwa edukasi secara langsung kepada orang tua merupakan langkah strategis untuk mempercepat pencegahan stunting di tingkat keluarga. Menurutnya, stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak yang lebih pendek dari usianya, tetapi juga gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang yang dapat berdampak pada perkembangan otak, kemampuan belajar, dan produktivitas anak di masa depan.

Karena itu, Diana mengingatkan pentingnya pencegahan dan deteksi dini agar masalah gizi dapat ditangani sebelum terlambat. Orang tua dianjurkan untuk rutin memantau tinggi dan berat badan anak serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan guna memastikan pertumbuhan sesuai dengan usianya. Dokter Gigi Iien Adriany juga menyinggung tingginya angka stunting di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terjadi karena masih rendahnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Untuk mengatasi stunting, diperlukan kolaborasi berbagai pihak agar edukasi dan layanan nutrisi dapat menjangkau masyarakat lebih luas. Sales Director Sarihusada, Rizki Imam Ardhi mengatakan bahwa pencegahan stunting memerlukan kesempatan bagi orang tua untuk mengikuti skrining pertumbuhan anak sekaligus memperoleh edukasi mengenai pentingnya pemantauan tumbuh kembang, konsultasi dengan tenaga kesehatan, dan pemenuhan nutrisi yang tepat sebagai langkah pencegahan stunting.

Founder dan CEO Apotek K-24, Dokter Gideon Hartono, menegaskan bahwa upaya mengatasi stunting harus dilakukan secara bersama-sama. Menurutnya, Festival Sehat Ceria si Kecil menjadi salah satu bentuk komitmen untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang, pemantauan tumbuh kembang, dan deteksi dini sehingga setiap anak memiliki kesempatan untuk tumbuh sehat dan optimal.

I

Penulis

Indriani Atmaja

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait