Kesehatan

Bahaya Silent Dehydration di Ruangan Ber-AC

Senin, 13 Juli 2026, 15:14 WIB 48 views 2 menit baca
Ilustrasi. Tanda dan bahaya dari silent dehydration di ruangan ber-AC. (iStockphoto/kieferpix)
Ilustrasi. Tanda dan bahaya dari silent dehydration di ruangan ber-AC. (iStockphoto/kieferpix)
Bagikan:

Bekerja, belajar, atau bersantai di ruangan ber-AC memang terasa nyaman, terutama saat cuaca sedang panas. Namun, terlalu lama berada di ruangan berpendingin ternyata bisa meningkatkan risiko silent dehydration, yaitu kondisi ketika tubuh mengalami kekurangan cairan tanpa disadari.

Tanda-tanda silent dehydration di ruangan ber-AC antara lain mulut dan bibir terasa kering, kulit menjadi kering dan kusam, mata terasa kering dan perih, jarang merasa haus, mudah lelah dan sulit berkonsentrasi, sakit kepala, dan urine berwarna lebih pekat. Jika tidak diatasi, kondisi ini dapat mengganggu berbagai fungsi tubuh, seperti membuat tubuh lebih mudah lemas, meningkatkan risiko sembelit, memicu gangguan ginjal, hingga membuat kulit dan saluran pernapasan menjadi lebih kering.

Untuk mencegah silent dehydration di ruangan ber-AC, seseorang dapat melakukan beberapa hal, seperti minum air putih secara rutin meski tidak merasa haus, mengonsumsi buah dan sayuran yang kaya air, mengatur suhu AC sekitar 24-26 derajat Celsius, menggunakan pelembap kulit atau humidifier, dan keluar ruangan sejenak agar tubuh beradaptasi dengan udara alami.

Dengan memahami tanda-tanda dan bahaya silent dehydration, seseorang dapat mengambil langkah-langkah untuk mencegahnya dan menjaga kesehatan tubuh. Oleh karena itu, penting untuk tidak hanya minum saat haus, tetapi juga memenuhi kebutuhan cairan setiap hari sebagai cara sederhana untuk menjaga tubuh tetap sehat, terutama jika seseorang menghabiskan banyak waktu di ruangan ber-AC.

D

Penulis

Dinda Mughni

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait