Pendidikan

Buku Pelajaran yang Adaptif terhadap Perubahan Kurikulum

Rabu, 01 Juli 2026, 17:18 WIB 27 views 2 menit baca
Buku Pelajaran yang Adaptif terhadap Perubahan Kurikulum
Sumber gambar: kompas.com
Bagikan:

Perubahan kurikulum di Indonesia sering kali membawa konsekuensi yang sama, yaitu buku pelajaran kembali dipertanyakan. Apakah buku pelajaran masih relevan? Apakah perlu direvisi? Atau apakah harus diganti seluruhnya? Dalam praktiknya, perubahan rumusan Capaian Pembelajaran (CP) sering dijadikan dasar administratif untuk mengganti buku, meskipun secara pedagogis buku tersebut masih bermutu dan layak digunakan.

Polanya terus berulang, seolah-olah buku pelajaran memang dirancang berumur pendek. Masalahnya bukan semata pada seringnya kurikulum berubah, melainkan pada cara buku pelajaran dikembangkan dan diposisikan. Selama buku disusun dengan menjadikan CP sebagai fondasi struktural, maka setiap perubahan CP, sekecil apa pun, akan berujung pada tuntutan revisi atau penggantian buku.

Padahal, dalam sistem pendidikan yang dinamis, yang dibutuhkan adalah buku pelajaran yang adaptif terhadap perubahan kurikulum, bukan buku yang setiap kali kebijakan berubah harus segera diganti. Adaptif berarti tetap relevan meskipun terjadi penyesuaian CP, perubahan nomenklatur, atau reposisi kompetensi dalam kurikulum baru.

Untuk mencapai adaptivitas tersebut, diperlukan pergeseran paradigma dalam pengembangan buku pelajaran. Fondasi buku tidak seharusnya bertumpu pada CP yang bersifat teknis dan dinamis, melainkan pada kerangka kompetensi dan nilai yang relatif stabil. Dalam kebijakan pendidikan nasional saat ini, kerangka tersebut dirumuskan dalam 8 Dimensi Profil Lulusan, yakni: keimanan dan ketakwaan, akhlak mulia, kemandirian, bernalar kritis, kreativitas, kolaborasi, kewargaan, dan kesehatan.

Buku pelajaran yang dibangun di atas fondasi tersebut akan memiliki daya lenting tinggi terhadap perubahan kurikulum. Ketika CP diperbarui, buku tidak otomatis menjadi usang. Yang diperlukan bukan mengganti buku, melainkan menyesuaikan cara menggunakannya. Guru dapat memetakan ulang kompetensi dalam buku dengan CP terbaru, menyesuaikan kedalaman materi, atau memodifikasi aktivitas pembelajaran sesuai konteks dan kebutuhan peserta didik.

Dengan pendekatan ini, adaptivitas buku tidak terletak pada seringnya direvisi, tetapi pada fleksibilitas pedagogiknya. Buku tetap sama, tetapi strategi pembelajaran dapat berubah. Pendekatan semacam ini jauh lebih efisien, secara akademik, ekonomi, maupun kebijakan publik, dibandingkan dengan praktik mengganti buku setiap kali kurikulum disempurnakan.

D

Penulis

Darma Yudhistira

Penulis di Jagad Info

Sumber: kompas.com kompas.com

Berita Terkait