Kemendikdasmen mengungkap hasil kemampuan literasi dan numerasi siswa SD hingga SMA berdasarkan Rapor Pendidikan 2025. Rapor Pendidikan menampilkan kondisi satuan pendidikan berdasarkan data dari hasil asesmen dan survei-survei nasional yang melibatkan sekolah dan Pemerintah Daerah.
Hasilnya mencakup data dari 288.355 sekolah serta melibatkan 460.862 kepala satuan pendidikan, 3.981.602 pendidik, dan 6.830.704 murid di seluruh Indonesia. Data Rapor Pendidikan juga dihimpun dari berbagai sumber seperti Asesmen Nasional (AN), Survei Lingkungan Belajar, dan Badan Akreditasi Nasional (BAN).
Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen Toni Toharudin mengatakan, hasil di Rapor Pendidikan tahun 2025 pada aspek literasi, capaian pendidikan tahun 2025 menunjukkan tren yang beragam antar jenjang pendidikan. "Capaian literasi tahun ini menunjukkan fondasi pembelajaran kita terus bergerak, meskipun masih terdapat disparitas antar jenjang yang perlu menjadi fokus perbaikan bersama," kata Toni.
Toni mengungkapkan kemampuan literasi, pada tingkat SD, sebesar 65,66 persen murid telah mencapai kompetensi minimum dan berada pada kategori sedang. Kemudian jenjang SMP mencatat capaian 76,49 persen dan masuk kategori baik, sekaligus menunjukkan peningkatan. Sementara pada capaian di SMA dan SMK masing-masing sebesar 72,23 persen dan 65,08 persen, masih berada pada kategori sedang.
Toni melanjutkan, pada aspek Numerasi, sebagian besar jenjang pendidikan masih berada pada kategori sedang. Rinciannya, SD sebesar 59,45 persen, SMP 70,81 persen, serta SMA dan SMK masing-masing 67,14 persen dan 60,22 persen. "Variasi ini menjadi sinyal penting bahwa intervensi kebijakan perlu lebih terarah dan berbasis data," ungkapnya.
Toni Toharudin menuturkan hasil yang tertera pada Rapor Pendidikan bisa sekolah dan Pemerintah Daerah jadikan acuan untuk melakukan evaluasi dan dasar menentukan kebijakan. Mulai dari mengidentifikasi masalah, merefleksikan akarnya, lalu membenahi kualitas pendidikan secara menyeluruh. "Publik juga dapat mengakses Rapor Pendidikan sebagai upaya gotong royong membenahi kualitas pendidikan," jelas Toni.