Di era digital, keberhasilan bisnis tidak lagi diukur dari jumlah tayangan atau pengikut semata, melainkan dari kemampuan membangun hubungan yang relevan, personal, dan bermakna dengan konsumen. Hal ini disampaikan oleh Prof. Retno Dewanti dalam orasi ilmiahnya bertajuk "Dari Interaksi ke Konversi: Membangun Ekosistem Digital Marketing Berkelanjutan" pada pengukuhan sebagai Guru Besar Tetap bidang Digital Marketing Binus University.
Prof. Retno menjelaskan bahwa keberhasilan pemasaran digital saat ini tidak lagi diukur dari jumlah tayangan atau pengikut semata, melainkan dari kemampuan membangun hubungan yang relevan, personal, dan bermakna dengan konsumen. "Dalam ekosistem digital yang semakin kompetitif, keterlibatan pengguna, relevansi konten, kecepatan respon, dan interaktivitas menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan bisnis," tegas Prof. Retno.
Melalui kerangka kerja digital marketing terintegrasi, Prof. Retno menekankan pentingnya perjalanan pelanggan yang dimulai dari membangun kesadaran (reach), mendorong interaksi (act), menghasilkan konversi (convert), hingga membangun loyalitas jangka panjang (engage). "Pendekatan tersebut memungkinkan organisasi mengelola hubungan pelanggan secara lebih strategis dan berkelanjutan," ujarnya.
Prof. Retno juga menyoroti besarnya peluang ekonomi digital Indonesia yang didukung oleh tingginya penetrasi internet, penggunaan media sosial, serta pertumbuhan platform digital yang semakin pesat. Namun, ia juga mengingatkan pentingnya kesiapan menghadapi berbagai tantangan seperti keamanan data, penipuan digital, perubahan algoritma platform, serta kebutuhan untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI).
Rektor Binus University, Nelly, menyampaikan bahwa pengukuhan ini merupakan bagian dari komitmen pihaknya menghadirkan ekosistem akademik unggul dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. "Pengukuhan Guru Besar bukan hanya menjadi pencapaian akademik individu, tetapi juga mencerminkan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam menghasilkan pemikiran yang mampu menjawab tantangan zaman," pungkasnya.