Kesehatan

Gangguan Aorta Jantung: Mengenal Gejala dan Penanganan

Selasa, 04 Agustus 2026, 16:37 WIB 48 views 2 menit baca
Ilustrasi. (Foto: istockphoto/pocketlight)
Ilustrasi. (Foto: istockphoto/pocketlight)
Bagikan:

Nyeri dada atau punggung yang muncul secara mendadak dapat menjadi petunjuk atas berbagai masalah kesehatan, mulai dari gangguan pada jantung hingga masalah pada pembuluh darah. Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah gangguan pada aorta jantung, yaitu pembuluh darah utama yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh.

Gangguan ini dapat terjadi dalam berbagai bentuk, di antaranya aneurisma aorta dan diseksi aorta. Aneurisma aorta ditandai dengan pelebaran dinding aorta secara abnormal, sedangkan diseksi aorta terjadi akibat robekan pada lapisan dalam dinding aorta. Jika tak segera ditangani, keduanya dapat berkembang menjadi kondisi yang mengancam jiwa.

Dr. dr. Ismail Dilawar, Sp.BTKV (K) JD, MARS dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan menyatakan, tantangan dalam mengenali diseksi aorta antara lain adalah gejalanya yang dapat menyerupai serangan jantung. "Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan aliran darah ke berbagai organ tubuh sehingga membutuhkan penanganan segera. Karena itu, evaluasi oleh tim medis yang berpengalaman dalam menangani gangguan aorta jantung menjadi penting untuk menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisi pasien," ujar dr. Ismail.

Aneurisma aorta memiliki gejala berupa keluhan seperti nyeri dada atau punggung, sesak napas, hingga mudah lelah. Sementara itu, diseksi aorta umumnya ditandai dengan nyeri dada atau punggung yang muncul tiba-tiba dan terasa berat. Seiring perkembangan teknologi medis, kondisi tersebut kini dapat ditangani melalui pendekatan minimal invasif, seperti Endovascular Aortic Repair (EVAR) dan Thoracic Endovascular Aortic Repair (TEVAR).

Kedua prosedur ini dilakukan melalui pembuluh darah menggunakan kateter dengan bantuan stent graft, yaitu alat berbentuk tabung yang ditempatkan pada area aorta yang mengalami kelainan. Fungsinya adalah untuk membantu memperkuat dinding pembuluh darah, dan menjaga aliran darah. Baik EVAR maupun TEVAR dibedakan berdasarkan lokasi aorta yang ditangani. EVAR digunakan untuk mengatasi kelainan pada aorta bagian abdomen (perut), sedangkan TEVAR digunakan untuk area aorta torakal (dada).

Dr. Ismail menegaskan, keputusan tindakan harus tetap ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan, lokasi dan karakteristik kelainan, kondisi pembuluh darah, serta kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. "Melalui prosedur ini, dokter dapat membantu menangani area aorta yang mengalami kelainan tanpa melakukan operasi terbuka pada sebagian kondisi pasien. Namun, keputusan tindakan tetap harus mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk lokasi kelainan, kondisi pembuluh darah, serta kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan," tambah dr. Ismail.

V

Penulis

Vina Maharani

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait