JAKARTA - Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU) berkolaborasi dengan komunitas Diaspora NU menyelenggarakan Halaqoh Nasional yang bertema “Peran Diaspora NU dan Alumni Pesantren dalam Pengembangan Kualitas Pendidikan Tinggi dalam Penguatan Ekosistem Industri Halal Global”. Acara ini berlangsung pada Jumat, 28 Agustus 2026, di Pesantren Tambakberas, Jombang, dan dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan, termasuk pimpinan perguruan tinggi NU, akademisi dari luar negeri, perwakilan pesantren, serta masyarakat umum.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang diadakan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Dalam diskusi, dibahas mengenai ekosistem industri halal yang mencakup berbagai sektor dengan potensi besar untuk dikembangkan. Ditekankan bahwa diperlukan dukungan sumber daya manusia yang berkualitas serta keterlibatan aktif perguruan tinggi dalam pengembangan industri halal nasional. Ketua Umum PP ISNU, Kamaruddin Amin, menjelaskan, “Industri halal itu cakupannya sangat luas. Bukan hanya makanan dan minuman. Karena itu, kita membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas dan perguruan tinggi harus mengambil peran penting dalam membangun ekosistem industri halal.”
Kamaruddin Amin menambahkan bahwa perguruan tinggi NU memiliki potensi signifikan dalam berkontribusi terhadap penguatan industri halal melalui pendidikan, penelitian, inovasi, dan pendampingan kepada masyarakat serta pelaku usaha. Ia juga menekankan pentingnya peran alumni pesantren yang banyak berada di luar daerah dalam membentuk karakter dan pemahaman keagamaan suatu bangsa. Kamaruddin memberikan contoh negara-negara di Skandinavia yang didukung oleh perguruan tinggi berkualitas dalam membangun masyarakat dan karakter bangsanya.
Lebih lanjut, Kamaruddin menyatakan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berfungsi untuk menghasilkan lulusan dan mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga berpengaruh terhadap cara suatu bangsa memahami dan mengartikulasikan kehidupan keagamaannya. Ia mengajak warga Nahdliyin untuk terus meningkatkan kualitas dan memperkuat kolektivitas dalam mengembangkan pendidikan tinggi, menyatakan, “Kita harus meningkatkan kualitas dan kolektivitas sebagai warga Nahdliyyin.”