Di Indonesia, pohon kelapa merupakan salah satu komoditas yang sangat penting dan memiliki banyak manfaat. Namun, proses pemetikan buah kelapa sering kali membahayakan keselamatan kerja petani. Untuk mengatasi masalah ini, Dosen Departemen Teknologi Kedokteran ITS, Ir. Achmad Syaifudin S.T., M.Eng., PhD IPM AEng, menciptakan alat panjat pohon kelapa yang lebih aman dan efisien.
Alat panjat pohon kelapa yang dinamai Moto Climber ITS (Mocits) ini merupakan permintaan dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI. Syaifudin dan timnya melakukan pengembangan alat ini melalui proses riset yang lebih singkat dibandingkan inovasi lainnya. Mereka membuat tiga versi prototipe, masing-masing dengan fitur yang memerlukan perbaikan dan penyempurnaan.
Prototipe terakhir dari Mocits telah dilengkapi dengan fitur keamanan yang lebih baik, seperti sistem pengereman ganda (double brake) yang dapat mengunci alat pada pohon kelapa, sabuk pengaman (harness) untuk operator, dan mesin yang diikat menggunakan sistem tali pengikat (lashing) yang kuat. Alat ini juga dapat menyesuaikan diameter pohon kelapa mulai dari kisaran 25 sampai 40 centimeter.
Untuk masa mendatang, Syaifudin dan timnya berencana untuk mengadopsi sistem rack dan pinion untuk mengatur dan menyesuaikan cengkeraman kedua lengan penyeimbang alat terhadap batang pohon. Mereka juga mengutamakan sisi ergonomis agar masyarakat pengguna dapat lebih mudah dan familiar untuk melakukan perawatan.
Produksi Mocits akan digandeng dengan PT Smarttech Reborn 2007 sebagai produsen, dan pemasaran produk akan dijalankan melalui ITS Science Techno Park untuk dimasukkan ke dalam e-katalog Kementan. Dengan demikian, diharapkan alat panjat pohon kelapa ini dapat meningkatkan produktivitas panen kelapa dan mengurangi risiko keselamatan kerja petani.