Kesehatan

Kebakaran Hutan di Bromo Meluas, Warga Diminta Waspada terhadap ISPA

Selasa, 11 Agustus 2026, 05:00 WIB 59 views 2 menit baca
Kebakaran Hutan di Bromo Meluas, Warga Diminta Waspada terhadap ISPA
Sumber gambar: cnnindonesia.com
Bagikan:

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, terus meluas dan menyebabkan kualitas udara memburuk. Hingga Senin, area yang terbakar dilaporkan mencapai sekitar 550 hektare. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Jawa Timur Satriyo Nurseno mengatakan data tersebut masih dapat berkembang karena proses pendataan ulang masih dilakukan.

Asap kebakaran hutan bukan sekadar membuat udara terasa pengap atau mengganggu jarak pandang. Paparan asap juga dapat menimbulkan gangguan kesehatan, terutama pada mata dan sistem pernapasan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut asap kebakaran hutan mengandung campuran polutan berbahaya, dengan partikulat atau particulate matter (PM) menjadi salah satu ancaman utama bagi kesehatan.

Partikel PM2.5 berukuran sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke dalam paru-paru. Paparan asap kebakaran dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan, menurunkan fungsi paru-paru, serta memperburuk penyakit seperti asma dan bronkitis. Kementerian Kesehatan juga mencatat asap kebakaran hutan dan lahan dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan serta meningkatkan risiko gangguan pernapasan akut atau ISPA.

Untuk menghindari ISPA akibat asap kebakaran hutan, ada beberapa cara yang dapat dilakukan. Pertama, kurangi aktivitas di luar ruangan dan tetap berada di dalam ruangan ketika kondisi udara di luar dipenuhi asap. Kedua, gunakan masker yang dapat memberikan perlindungan terhadap partikel halus ketika harus beraktivitas di luar rumah. Ketiga, perhatikan kondisi kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit jantung atau paru-paru.

Keempat, cukupi kebutuhan cairan dengan minum cukup air untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Kelima, hindari menambah polusi udara di dalam rumah dengan tidak membakar sampah atau merokok. Terakhir, segera periksa jika muncul gejala berat, seperti sesak napas, napas berbunyi, nyeri dada, atau kondisi semakin memburuk.

D

Penulis

Dinda Mughni

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait