Kesehatan

Kementerian Kesehatan Siapkan Robot Bedah AI untuk Meningkatkan Pelayanan Kesehatan

Selasa, 28 Juli 2026, 10:05 WIB 62 views 2 menit baca
Ilustrasi. Operasi kini bisa dibantu teknologi robotik. (Istockphoto/gorodenkoff)
Ilustrasi. Operasi kini bisa dibantu teknologi robotik. (Istockphoto/gorodenkoff)
Bagikan:

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa pemanfaatan bedah robotik berkembang sangat pesat di berbagai negara dalam beberapa tahun terakhir. Di sisi lain, kemampuan AI juga terus meningkat sehingga kedua teknologi tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk diintegrasikan dalam layanan kesehatan.

Menurut Budi, pemanfaatan bedah robotik di Indonesia masih tertinggal dibandingkan dengan negara-negara lain seperti Singapura, Thailand, Malaysia, bahkan Vietnam. Karena itu, pemerintah membentuk Komite Robotik Kementerian Kesehatan untuk menyusun arah pengembangan teknologi robotik nasional, mulai dari standar pelayanan hingga strategi agar layanan tersebut semakin mudah diakses masyarakat.

Kementerian Kesehatan juga menyiapkan pengadaan 40 unit robot bedah untuk rumah sakit pemerintah. Program tersebut dibarengi dengan perluasan pelatihan dokter serta transfer teknologi agar industri alat kesehatan nasional semakin mandiri. Pemerintah juga tengah mengevaluasi skema pembayaran melalui BPJS Kesehatan agar tindakan bedah robotik dapat masuk ke dalam sistem pembiayaan nasional.

Presiden Komisaris PT Bundamedik Tbk Ivan Rizal Sini mengatakan bahwa pencapaian hampir 1.000 tindakan bedah robotik di Rumah Sakit Bunda Jakarta merupakan hasil konsistensi lebih dari satu dekade dalam mengembangkan layanan bedah minimal invasif di Indonesia. Ia menegaskan Rumah Sakit Bunda siap mendukung program pemerintah melalui pengembangan pusat pelatihan, berbagi pengalaman, serta memperluas transfer pengetahuan kepada dokter dari berbagai daerah.

Rektor ITB Tatacipta Dirgantara menilai Indonesia memiliki kapasitas riset yang kuat di bidang teknik biomedis, biomekanika, robotika, dan kecerdasan artifisial. Namun, keberhasilan inovasi teknologi kesehatan membutuhkan kolaborasi erat antara akademisi dan tenaga medis agar dapat menghasilkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan Indonesia.

A

Penulis

Ananta Prana

Penulis di Jagad Info

Berita Terkait